Kontrak Berjangka Saham AS Ambruk

Ilustrasi. Foto: Xinhua/Liu Yanan.

New York: Indeks saham berjangka Amerika Perkumpulan (AS) sedikit turun pada Minggu malam setelah Presiden AS Donald Trump menolak tanggapan Iran atas proposal terbaru Washington Buat mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Kerugian yang lebih besar di pasar berjangka terbatas karena Wall Street tetap berada di level tertinggi sepanjang masa berkat kekuatan saham produsen chip dan tanda-tanda ketahanan ekonomi AS.

Mengutip Investing.com, Senin, 11 Mei 2026, kontrak berjangka S&P 500 turun 0,1 persen menjadi 7.408,25 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 tetap Kukuh di 29.339,50 poin, sementara kontrak berjangka Dow Jones turun 0,2 persen menjadi 49.581,0 poin.

 

Trump tolak tanggapan Iran soal proposal perdamaian

 

Pada Minggu, Trump menyebut tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian yang berisikan 14 poin AS Buat mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah, “sama sekali Tak dapat diterima.”

Hal ini terjadi setelah laporan menyebutkan Iran telah menyerahkan tanggapannya kepada Perantara Pakistan. Teheran menolak tuntutan AS Buat membongkar fasilitas nuklirnya dan Tak akan menangguhkan pengayaan uranium selama 20 tahun.

Iran menyerukan diakhirinya perang dan pemulihan bertahap pelayaran komersial di Selat Hormuz. Teheran juga menuntut agar AS mencabut blokade angkatan laut terhadap negara itu, setelah itu, kesepakatan mengenai aktivitas nuklir negara tersebut akan dinegosiasikan selama 30 hari.

Perkembangan tersebut mengindikasikan Tak akan Eksis penurunan ketegangan dalam perang AS-Israel melawan Iran dalam waktu dekat, dengan harga minyak melonjak tajam setelah komentar Trump.

Ketegangan militer di Timur Tengah meningkat pekan Lampau setelah Washington berupaya melakukan operasi militer Buat memulihkan pelayaran komersial melalui Hormuz. Hal ini memicu serangan dari Iran, dan Teheran juga terlihat melancarkan serangan terhadap negara-negara Teluk tetangga.



(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)

 

Wall Street cetak rekor tertinggi

Tetapi, terlepas dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, indeks Wall Street mencapai rekor tertinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat di tengah kenaikan yang kuat dan berkelanjutan pada saham-saham produsen chip.

Sektor ini mengalami lonjakan valuasi selama dua minggu terakhir, di tengah meningkatnya optimisme atas permintaan yang luar Normal dari industri artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

Intel Corporation menjadi pemain yang menonjol, melonjak Nyaris 14 pesen ke level tertinggi sepanjang masa setelah sebuah laporan menyebutkan mereka telah mencapai kesepakatan awal pembuatan chip dengan Apple Inc.

Saham-saham AS secara keseluruhan juga terdorong oleh data nonfarm payrolls yang menunjukkan Nomor lebih kuat dari perkiraan pada bulan April, yang mengindikasikan ketahanan ekonomi terbesar di dunia. Data tersebut memperkuat ekspektasi Federal Reserve akan mempertahankan Spesies Merekah Tak berubah hingga akhir tahun.

Adapun pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026, indeks S&P 500 ditutup naik 0,8 persen pada rekor tertinggi 7.398,93 poin. Indeks Nasdaq Composite melonjak 1,7 persen ke rekor tertinggi 26.247,08 poin, sementara Dow Jones Industrial Average Kukuh di 49.609,16 poin.