Ilustrasi, eksplorasi migas lepas pantai. Foto: Xinhua.
Houston: Harga minyak dunia anjlok tajam pada perdagangan awal Asia Senin, dengan Brent tergelincir hingga turun ke Rendah USD100 per barel, di tengah meningkatnya Cita-cita akan kesepakatan perdamaian Amerika Perkumpulan (AS)-Iran.
Mengutip Investing.com, Senin, 25 Mei 2026, minyak Brent berjangka sebagai patokan harga minyak Global Buat kontrak beli atau jual Buat bulan Juli turun lebih dari lima persen menjadi USD98,12 per barel, Lelah level terendah dalam Dekat tiga minggu.
Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate sebagai standar Buat penetapan harga minyak di AS Buat masa mendatang, turun sebanyak 5,2 persen menjadi USD91,31 per barel.

(Ilustrasi pergerakan harga minyak. Foto: dok ICDX)
Cita-cita perdamaian AS-Iran
Presiden AS Donald Trump mengklaim pada akhir pekan dimana nota kesepahaman tentang kesepakatan perdamaian dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan, dengan kesepakatan tersebut bertujuan Buat membuka kembali Selat Hormuz.
Laporan menunjukkan kedua belah pihak dan Penghubung Pakistan mengisyaratkan kemajuan menuju kesepakatan. Tetapi media pemerintah Iran membantah klaim Trump yang menyebut kesepakatan Dekat final.
Trump kemudian mengaku Tak terburu-buru Buat mencapai kesepakatan dengan Iran, dan blokade angkatan laut terhadap negara itu akan tetap berlaku Tamat kesepakatan tercapai.
Washington dan Teheran tetap berselisih mengenai beberapa isu kunci, terutama aktivitas nuklir Iran. Teheran sebagian besar menolak tuntutan AS Buat menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya.
Adapun, harga minyak mentah mengalami penurunan tajam dari pekan Lampau, setelah Trump mengisyaratkan adanya kemajuan menuju kesepakatan.
Tetapi, arus melalui Selat Hormuz tetap berada pada sebagian kecil dari tingkat sebelum perang, sehingga pasar minyak Dunia sebagian besar tetap terkendali dan memberikan batas Rendah bagi harga.
