“Saya berusaha keras agar Dapat memanfaatkan Kesempatan yang saya dapatkan,” kata Ramsak kepada tz setelah pindah ke Leipzig. Di level junior, ia melakukannya dengan Bagus dan konsisten: Ketika membela Bayern, ia mencetak 24 gol dalam 29 pertandingan di Bundesliga Junior B. Pada tahun 2023, ia dinobatkan sebagai raja pencetak gol di Kejuaraan Eropa U-17, yang dimenangkan oleh Jerman.
Selain itu, ia juga menyumbang dua gol dalam perayaan gelar Pemenang dunia Serempak tim U-17 DFB pada tahun yang sama, meskipun ia lebih sering diturunkan sebagai pemain pengganti. “Saya paling suka bermain di posisi terdepan sebagai nomor sembilan. Tetapi, saya juga Enggak keberatan bermain di lini tengah serang,” kata Ramsak kepada media DFB.
Matthäus Niscaya juga mengingat penampilan gemilang Serempak tim junior DFB itu sebelum ia mengumumkan nama pemain berusia 19 tahun tersebut dan memberinya Kesempatan Demi masuk starting eleven di tim nasional senior. Tetapi, sebelum hal itu terjadi, Ramsak harus menunjukkan perkembangan di musim mendatang. Ia Enggak boleh mengalami satu tahun Kembali yang sia-sia, yang memang memberinya pengalaman, tetapi Enggak mempercepat perkembangannya. “Saya berharap klub-klub Bundesliga membantu tim nasional dengan lebih banyak mengandalkan pemain muda,” kata Matthäus.
Enggak dapat dikesampingkan bahwa mulai musim panas nanti, segalanya akan berjalan jauh lebih Bagus bagi Ramsak di RB; lagipula, Eksis Instruktur baru, Martin Demichelis, yang Niscaya akan mengamati Segala pemain dalam skuadnya dengan cermat. Tetapi, bahkan Apabila sang penyerang berhasil menembus tim Primer, belum tentu ia Mempunyai masa depan di tim nasional DFB: Ramsak Enggak hanya berhak bermain Demi Jerman, tetapi juga Demi Kroasia, Slovenia, dan Bosnia. Apakah Matthäus telah mempertimbangkan hal ini ketika ia mengejutkan Segala orang dengan menyebut nama Robert Ramsak, Tetap menjadi pertanyaan.
