Gunung Anak Krakatau Siaga Kapal di Selat Sunda Waspada

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda Formal dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) oleh Badan Geologi Kementerian Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Kenaikan status ini memicu dikeluarkannya peringatan waspada bagi seluruh kapal yang melintas di jalur laut antara Lampung dan Banten tersebut pada Sabtu (4/7/2026).

Otoritas keselamatan pelayaran segera merespons perubahan situasi ini dengan menerbitkan arahan Formal. Langkah pengetatan pengawasan dilakukan guna mengantisipasi Pengaruh Jelek dari peningkatan aktivitas gunung api tersebut terhadap jalur transportasi laut, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

“Sehubungan dengan peningkatan status aktivitas Gunung Anak Krakatau di Perairan Selat Sunda menjadi Level III (Siaga) berdasarkan informasi Formal dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), dengan ini disampaikan kepada seluruh Nakhoda, Pemilik/Pengusaha Kapal, Perusahaan Pelayaran, Agen Kapal, serta seluruh pengguna jasa angkutan laut yang melaksanakan pelayaran di Perairan Selat Sunda agar meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan pelayaran,” kata Kepala Kantor KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha, dalam keterangannya, Sabtu (4/7/2026).

Pihak Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) merinci enam poin instruksi keamanan, termasuk Embargo keras bagi seluruh armada kapal Buat mendekati kawasan Lubang besar aktif dalam radius lima kilometer. Nakhoda juga diwajibkan Maju memantau pergerakan Serbuk vulkanik serta menyiapkan rencana mitigasi darurat Apabila menemukan indikasi bahaya di sepanjang rute pelayaran.

Di sisi lain, pemantauan menyeluruh terhadap kondisi fisik gunung api Maju berjalan secara intensif. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menjelaskan bahwa kebijakan Memajukan status kedaruratan ini diambil setelah mengevaluasi serangkaian data terbaru di lapangan.

“Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta Kagak mendekati Lubang besar aktif dalam radius yang telah direkomendasikan,” kata Lana Saria dilansir Antara, Jumat (3/7).