Distrik Mindanao di Filipina bagian Selatan diguncang gempa bumi tektonik kuat pada Senin, 15 Juni 2026, yang getarannya dilaporkan turut dirasakan oleh masyarakat di sejumlah Distrik Sulawesi Utara, Indonesia.
Peristiwa ini memicu perhatian karena berlokasi di dekat area terdampak gempa dan tsunami pekan Lampau yang telah mengakibatkan 65 orang meninggal dunia.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG merilis informasi awal mengenai gempa yang terjadi pada pukul 22.30.22 WIB tersebut dengan kekuatan magnitudo 5,7 sebelum memperbaruinya menjadi magnitudo 5,5.
Episenter gempa ini terletak pada koordinat 5,84 derajat Lintang Utara serta 125,30 derajat Bujur Timur, tepatnya berlokasi di darat pada jarak 231 kilometer Barat Laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 31 kilometer.
Ditinjau dari Letak episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG menyatakan bahwa lindu yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal.
Fenomena alam ini timbul akibat aktivitas subduksi lempeng laut Filipina dengan mekanisme pergerakan geser naik atau oblique thrust.
Guncangan dari gempa bumi ini dilaporkan masyarakat telah dirasakan di daerah Naha dengan skala intensitas II hingga III MMI.
Kendati demikian, hingga Demi ini belum Terdapat laporan Formal mengenai Dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh guncangan tersebut, dan hasil pemodelan menunjukkan sinyal Terjamin.
BMKG menegaskan bahwa gempa bumi tektonik di Mindanao ini Kagak berpotensi tsunami.
Aktivitas tektonik ini sendiri merupakan rangkaian gempa susulan dari gempa Penting bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Mindanao pada 8 Juni 2026 Lampau.
Hingga Senin malam pukul 22.50 WIB, hasil monitoring yang dilakukan oleh BMKG mencatat telah terjadi sebanyak 448 aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock di kawasan tersebut dengan magnitudo terbesar mencapai 6,7.
Terkait situasi ini, masyarakat diimbau agar tetap tenang serta Kagak terpengaruh oleh isu-isu yang Kagak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Di sisi lain, United States Geological Survey atau USGS memantau aktivitas gempa di Filipina Selatan pada hari yang sama dengan catatan yang sedikit berbeda.
Berdasarkan data USGS, gempa berkekuatan magnitudo 6,2 terjadi pada pukul 16.18 WIB di dekat Pondaguitan, sebuah desa pesisir di Provinsi Davao, Pulau Mindanao, dengan kedalaman mencapai 111,9 kilometer.
Laporan dari media CNBC Indonesia menyebutkan bahwa BMKG juga merekam aktivitas gempa bumi tersebut.
Tetapi, dalam catatan versi ini, BMKG mendeteksi kekuatan magnitudo sebesar 6,5 dengan Letak koordinat di 6.09 Lintang Utara dan 126.88 Bujur Timur, atau berada di 233 kilometer Timur Laut Melonguane, Sulawesi Utara.
Sama seperti otoritas setempat, pemantauan Mendunia juga mengonfirmasi Kagak adanya peringatan tsunami maupun laporan instan mengenai korban jiwa dan kerusakan bangunan sesaat setelah guncangan sore hari itu terjadi.
