Ilustrasi. Foto: Magnific.
Jakarta: Emiten PT Diamond Imej Propertindo Tbk (DADA) menjajaki kerja sama strategis dengan Yayasan Al Azhar Syifa Budi Demi mengembangkan institusi pendidikan berbasis Dunia yang terintegrasi dengan proyek properti perseroan.
Langkah tersebut dilakukan di tengah tantangan industri properti akibat perubahan tren pasar, tingginya Etnis Kembang, dan melemahnya daya beli masyarakat. Perseroan menilai Penemuan kawasan menjadi strategi Krusial Demi menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus meningkatkan nilai aset properti.
Penjajakan kerja sama dilakukan di kantor Yayasan Al Azhar Syifa Budi di kawasan TB Simatupang, Jakarta. Pertemuan membahas potensi pengembangan fasilitas pendidikan modern yang terintegrasi dalam kawasan hunian dan komersial Punya perseroan.
Direktur Primer DADA Adam Bilfaqih mengatakan, integrasi fasilitas pendidikan Dunia menjadi bagian dari strategi peningkatan nilai kawasan dan diferensiasi proyek.
“Kami Ingin menghadirkan ekosistem yang lengkap dalam setiap pengembangan kawasan. Integrasi fasilitas pendidikan berbasis Dunia di proyek-proyek DCP akan menjadi nilai tambah signifikan, Kagak hanya bagi penghuni tetapi juga bagi investor dan komunitas Sekeliling,” ujar Adam, dalam keterangan tertulis, Jumat, 15 Mei 2026.
DADA akan berperan sebagai penyedia infrastruktur dan pengembang fasilitas pendidikan modern dan representatif. Sementara Yayasan Al Azhar Syifa Budi akan menyiapkan kurikulum, sistem pembelajaran, hingga pengembangan akademik berbasis standar Dunia.
Secara bertahap, pengembangan fasilitas pendidikan tersebut direncanakan hadir di sejumlah proyek perseroan, termasuk DAVE, Apple 3 Condovilla, serta beberapa kawasan potensial lain yang tengah dan akan dikembangkan perusahaan. Menurut dia, kebutuhan terhadap institusi pendidikan berstandar Dunia Lalu meningkat, khususnya di kawasan hunian terpadu yang berkembang pesat.

Emiten DADA jajaki kerja sama pengembangan fasilitas pendidikan di kawasan properti. Foto: dok DADA.
Buka Kesempatan perluasan model pendidikan
Ketua Yayasan Al Azhar Syifa Budi Hamid Chalid mengatakan, kerja sama tersebut membuka Kesempatan perluasan model pendidikan unggulan di Letak-Letak strategis.
“Kami Menyaksikan potensi besar dalam kolaborasi ini. Dengan dukungan infrastruktur dari DCP, kami optimistis dapat menghadirkan institusi pendidikan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing Mendunia,” kata dia.
Ke depan, penjajakan kerja sama ini akan dilanjutkan melalui pembahasan teknis, studi kelayakan, serta perencanaan pengembangan yang lebih komprehensif guna memastikan implementasi berjalan optimal dan berkelanjutan.
Direktur DADA Bayu Setiawan menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan Demi memperkuat daya saing dan memperluas Kesempatan pertumbuhan ke depan.
“Proses penjajakan dengan investor potensial Lagi Lalu berjalan dan hingga kini belum menghasilkan kesepakatan yang bersifat mengikat. Kami berkomitmen Demi menyampaikan setiap perkembangan Krusial secara terbuka dan transparan melalui kanal Formal keterbukaan informasi Bursa Pengaruh Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujar Bayu.
Bayu menegaskan, DADA menjalankan proses ini dengan prinsip kehati-hatian, profesionalisme, serta memperhatikan kepentingan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder).
Melalui langkah tersebut, perseroan berharap dapat memperkuat posisi pengembangan kawasan terpadu yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap hasil dari proses ini nantinya dapat memperkuat struktur keuangan dan mendukung Perluasan proyek-proyek properti DADA di masa mendatang,” Jernih Bayu.
