Ringkasan Siaran:
- Personil DPRD Tuban Gaguk Sudarmo menekankan pentingnya literasi demokrasi bagi Generasi Z.
- Pemahaman demokrasi dinilai Krusial Buat membentuk Anggota negara yang kritis, aktif, dan bertanggung jawab.
- Pendidikan demokrasi sejak usia sekolah dinilai perlu diperkuat melalui kurikulum dan pembelajaran.
- Materi literasi demokrasi disampaikan dalam kegiatan Duta Literasi Kabupaten Tuban 2026 yang digelar PWI Tuban.
Tuban (Liputanindo.id) – Pentingnya pemahaman demokrasi bagi generasi muda menjadi perhatian Personil DPRD Kabupaten Tuban, Gaguk Sudarmo. Dalam kegiatan Duta Literasi Kabupaten Tuban 2026 yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tuban, ia mengajak Generasi Z Buat memahami sistem pemerintahan demokrasi sebagai bekal menjadi Anggota negara yang cerdas dan bertanggung jawab.
Gaguk Sudarmo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan kalangan legislatif dalam kegiatan literasi menjadi Krusial karena generasi muda merupakan penerus estafet kepemimpinan bangsa di masa depan.
Ia menilai pengenalan wawasan politik dan demokrasi sejak Awal menjadi kebutuhan yang Kagak Dapat diabaikan dalam menghadapi perkembangan masyarakat modern yang semakin Bergerak.
“Dalam literasi demokrasi mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran kritis yang memungkinkan individu Buat memahami, berpartisipasi, serta mengevaluasi sistem dan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,” ujar Gaguk Sudarmo, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, komponen Penting literasi demokrasi meliputi pengetahuan politik, kemampuan berpikir kritis, kesadaran akan hak dan kewajiban, serta partisipasi aktif dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Karena itu, ia menyadari bahwa pendidikan demokrasi di tingkat pelajar belum sepenuhnya menjadi aspek yang mendapat penekanan dalam proses pembelajaran di sekolah.
“Maka dalam kesempatan ini kami Mau menggugah bahwa penerapan nilai-nilai demokrasi Dapat menjadi Panduan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Tuban tersebut.
Gaguk menjelaskan, pemahaman politik yang Bagus dapat membantu siswa menjadi pemilih cerdas di masa depan. Selain itu, literasi demokrasi juga mendorong generasi muda Buat lebih bijak dalam menyaring informasi sebelum membagikannya melalui media sosial.
Kagak hanya itu, pemahaman demokrasi juga dapat mendorong pelajar Buat aktif berpartisipasi dalam musyawarah di lingkungan tempat tinggal, menghargai perbedaan pendapat, serta berlatih menyampaikan kritik maupun aspirasi secara konstruktif sesuai koridor hukum yang berlaku.
“Mengenal literasi demokrasi Dapat berdampak signifikan terhadap tingkat kemampuan berpikir kritis, maka keberanian menyampaikan pendapat secara rasional dan bertanggung jawab harus dilatih,” Terang mantan Sekretaris Dinas Pertanian tersebut.
Politisi Partai Golkar itu menambahkan, literasi demokrasi Mempunyai peran strategis dalam membentuk kesadaran kritis siswa sebagai bagian dari Anggota negara yang demokratis.
Oleh Alasan itu, ia mendorong agar pendidikan demokrasi dapat terintegrasi dalam kurikulum maupun proses pembelajaran di sekolah guna mendukung terciptanya kehidupan demokrasi yang sehat dan berkualitas.
Di tempat yang sama, Ketua PWI Tuban, Suwandi, menyambut Bagus materi yang disampaikan oleh DPRD Tuban. Menurutnya, kebijakan yang dirumuskan lembaga legislatif maupun eksekutif Mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan sosial masyarakat.
Karena itu, peserta didik tingkat sekolah menengah atas sudah sepatutnya memahami tata kelola pemerintahan yang Kagak terlepas dari proses politik dan demokrasi.
“PWI Tuban mengapresiasi atas materi yang dipaparkan oleh Kerabat Gaguk yang mengenalkan tentang literasi demokrasi,” tutup Suwandi. [dya/beq]
