Mahasiswa India Gelar Aksi Protes Pendidikan Ketika Pembukaan Parlemen

Aksi demonstrasi besar-besaran melanda New Delhi pada Senin (20/7/2026) ketika ribuan mahasiswa berkumpul memprotes krisis pendidikan dan dugaan kebocoran soal ujian nasional. Unjuk rasa yang diusung gerakan Cockroach Janta Party ini berlangsung bertepatan dengan pembukaan sidang parlemen India yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi.

Seperti dilaporkan Bloombergtechnoz, pidato pembukaan Perdana Menteri Narendra Modi berfokus pada pencapaian teknologi generasi muda tanpa menyinggung gelombang protes di luar gedung legislatif. Modi mengapresiasi keberhasilan sektor swasta dalam industri antariksa.

“Pemuda India telah memulai perjalanan baru ke luar angkasa. Ini adalah keberhasilan yang sangat luar Normal,” ujar Perdana Menteri India Narendra Modi.

Modi menambahkan bahwa rata-rata usia pekerja di perusahaan rintisan Skyroot Aerospace Pvt. baru menginjak 28 tahun.

“Ini bukan kebetulan; ini adalah sebuah pesan, pesan kuat bahwa potensi dan aspirasi pemuda negara kita sama Kagak terbatasnya dengan ruang angkasa itu sendiri,” kata Narendra Modi.

Ia juga sempat mengomentari gejolak ekonomi Dunia dan konflik di Asia Barat yang berdampak pada konsumsi Kekuatan domestik.

“Perang di Asia Barat memicu tantangan besar bagi negara seperti India, yang mengandalkan impor Buat memenuhi kebutuhan energinya,” kata Narendra Modi.

“Tetapi, di tengah berbagai tantangan tersebut, India tetap tumbuh sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia,” kata Narendra Modi.

Di tengah pidato tersebut, massa menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan. Aparat kepolisian dilaporkan memukul mundur demonstran, meski Kepolisian Delhi membantah adanya aksi kekerasan tersebut. Seorang demonstran yang bekerja sebagai desainer grafis membagikan botol air minum Sembari menyuarakan tuntutannya.

“Kami akan Maju berdemonstrasi. Anda Kagak Pandai menyumbat Kategori air,” ujar Parminder Singh, Desainer Grafis.

Singh mengharapkan adanya perubahan Konkret pada kurikulum sekolah agar biaya pendidikan tinggi lebih terjangkau.

“Saya Ingin sistem pendidikan kita ditingkatkan. Mengapa pemerintah Kagak Pandai menyediakan kurikulum yang mencegah mahasiswa harus masuk ke perguruan tinggi swasta yang mahal,” kata Parminder Singh.

Kondisi Resah di masyarakat juga disoroti oleh pengamat kebijakan publik yang mengamati situasi demonstrasi di ibu kota.

“Eksis banyak kecemasan, kekecewaan, dan frustrasi di berbagai lapisan masyarakat negara ini, yang kini diluapkan melalui aksi protes di Delhi,” ungkap Yamini Aiyar, Mantan Presiden Center for Policy Research.

Di dalam gedung parlemen, tensi politik memanas akibat rencana Partai Bharatiya Janata (BJP) menambah kursi parlemen hingga 50 persen melalui RUU penetapan batas Kawasan. Langkah politik tersebut dinilai pihak oposisi dapat mengikis keterwakilan mereka. Pemerintah menegaskan optimisme terkait pembentukan undang-undang baru tersebut.

“Niscaya,” ujar Ramdas Athawale, Menteri Kabinet.

Athawale meyakini bahwa dukungan politik di parlemen sudah mencukupi Buat mengesahkan rancangan aturan tersebut.

“Kami optimistis,” ujar Ramdas Athawale.

Di sisi lain, aktivis kemanusiaan Sonam Wangchuk yang sempat dipindahkan secara paksa ke rumah sakit akibat aksi mogok makan tiga pekan, menyatakan sikapnya melalui unggahan media sosial. Ia berencana menghentikan aksi mogok makan Kalau pemerintah bertanggung jawab atas kegagalan sistem pendidikan dan kebocoran ujian.