Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump secara mendadak membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran pada Kamis (11/6/2026) sore waktu setempat, setelah sebelumnya sempat bersumpah akan menggempur infrastruktur minyak negara tersebut. Keputusan drastis ini diambil setelah Laskar AS membombardir Iran dengan serangan udara selama dua hari berturut-turut, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz. Melalui media sosial, Trump mengeklaim bahwa kesepakatan damai dengan pihak Iran sudah dekat, meskipun belum Terdapat konfirmasi Formal dari Teheran terkait klaim tersebut.
Pembatalan serangan langsung berdampak pada pasar Mendunia dengan anjloknya harga minyak mentah West Texas Intermediate sebesar Nyaris 3 persen ke level 85 dolar AS per barel.
Kantor Informasi semi-pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa para pejabat Teheran belum menyetujui draf teks kesepakatan apa pun dengan pihak Washington. “Ini adalah sesuatu yang Niscaya akan diselesaikan,” ujar Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Trump menambahkan bahwa pihak Iran sama-sama Ingin menandatangani kesepakatan damai tersebut seperti halnya pihak Amerika Perkumpulan. “Mereka sama-sama Ingin menandatanganinya seperti halnya saya, atau bahkan mereka lebih menginginkannya,” ujar Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Sebelumnya, Trump sempat menyatakan kesiapan militer AS Buat mengambil alih Pulau Kharg yang menjadi pusat Daya Krusial Punya Iran. Tetapi, Trump kemudian menyampaikan keraguannya terkait pengerahan Laskar darat tersebut Ketika diwawancarai oleh media. “Bukan Pasti Amerika Mempunyai selera Buat itu,” ujar Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Trump menegaskan opsi operasi militer tersebut Mekanis akan gugur apabila kesepakatan bilateral Formal ditandatangani.
“Kalau kita menandatangani kesepakatan ini, maka ya,” ujar Trump, Presiden Amerika Perkumpulan. Trump juga menyatakan blokade angkatan laut di perairan tersebut akan tetap dipertahankan demi menjaga jalur perdagangan minyak dunia. “akan tetap diberlakukan sepenuhnya Tamat transaksi ini selesai,” ujar Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.
Proses negosiasi bilateral yang dimediasi oleh Qatar ini Lagi menghadapi jalan buntu terkait tuntutan pencairan aset luar negeri Iran dan pemusnahan uranium diperkaya tinggi Punya Teheran.
