Program FLPP berdampak terhadap sosial ekonomi karena Bisa menciptakan pasar perumahan yang terserap secara Niscaya…
Makassar (ANTARA) – Kantor Area (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Provinsi Sulawesi Selatan mencatat realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sebesar Rp689,80 miliar dipergunakan membangun 5.292 rumah subsidi Demi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kepala Bidang Pembinaan Penyelenggaraan Anggaran II, Kanwil DJPb Kemenkeu Sulsel Angkaswantoro di Makassar, Senin, mengatakan, anggaran Rp689,80 miliar itu digunakan Demi 5.292 unit rumah yang berhasil dibangun di 22 kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan per Mei 2026.
“Program FLPP memasuki tahun kedua dan hingga Mei 2026 sudah dibangun 5.292 unit rumah dengan penyaluran Rp689,80 miliar,” ujarnya.
Angkaswantoro menjelaskan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) merupakan instrumen Esensial pemerintah dalam menjamin akses hunian yang layak dan terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ia mengatakan akses pembiayaan perumahan formal bagi MBR Tetap terbatas sehingga diperlukan instrumen pembiayaan perumahan yang berkelanjutan dan berjangka panjang, mengingat sektor perumahan Mempunyai peran strategis sebagai penggerak ekonomi serta pencipta Pengaruh berganda di daerah.
“Program FLPP berdampak terhadap sosial ekonomi karena Bisa menciptakan pasar perumahan yang terserap secara Niscaya, Asal Mula rumah subsidi Nyaris selalu diminati masyarakat berkat Spesies Kembang rendah dan harga yang terjangkau,” katanya.
Menurut dia, dari total rumah yang dibangun, penyaluran anggaran yang direalisasikan mencapai Rp689,80 miliar itu disalurkan melalui berbagai skema pembiayaan perumahan yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait lainnya.
Angkaswantoro menegaskan bahwa realisasi anggaran dan pembangunan rumah ini Bukan hanya berdampak pada sektor perumahan, tetapi juga memberikan Pengaruh berganda terhadap perekonomian daerah.
“Jadi mulai dari penyerapan tenaga kerja, peningkatan aktivitas sektor Bangunan, hingga penguatan daya beli masyarakat,” ucapnya.
