Dirut ASDP: Hunimua–Waipirit operasi 24 jam perkuat konektivitas RI

Dirut ASDP: Hunimua–Waipirit operasi 24 jam perkuat konektivitas RI

Penerapan operasional 24 jam setiap akhir pekan merupakan upaya ASDP Buat memastikan akses transportasi yang semakin Fasih dan mudah dijangkau masyarakat

Jakarta (ANTARA) – Direktur Istimewa PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo menyatakan pengoperasian penyeberangan lintasan Hunimua–Waipirit, Ambon, Maluku, selama 24 jam setiap akhir pekan dilakukan guna memperkuat konektivitas dan mobilitas masyarakat, serta mendukung distribusi logistik timur Indonesia.

“Sehingga ASDP Formal menghadirkan operasional penyeberangan 24 jam di lintasan Hunimua–Waipirit setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai 1 Juni 2026,” kata Heru dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Dia menyampaikan kebijakan itu dihadirkan Buat menjawab kebutuhan di daerah itu, yang mana mobilitas masyarakat di Area Timur Indonesia Lalu bergerak Luwes. Aktivitas perjalanan, distribusi logistik, hingga konektivitas antarwilayah kini menuntut layanan transportasi yang semakin adaptif dan andal.

Ia menekankan kebijakan itu menjadi langkah Konkret ASDP dalam memastikan masyarakat dapat bepergian dengan lebih Luwes, sekaligus menjaga kelancaran distribusi barang dan aktivitas ekonomi antarwilayah di Maluku dan sekitarnya.

“Dengan layanan yang beroperasi tanpa henti selama akhir pekan, masyarakat kini Mempunyai akses perjalanan yang lebih mudah, efisien, dan nyaman Ketika pun dibutuhkan,” ujarnya.

Heru juga menyampaikan penguatan layanan di lintasan Hunimua–Waipirit merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan konektivitas yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Penerapan operasional 24 jam setiap akhir pekan merupakan upaya ASDP Buat memastikan akses transportasi yang semakin Fasih dan mudah dijangkau masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut Heru mengatakan pihaknya akan Lalu melakukan Pengkajian dan optimalisasi layanan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan.

Sebelumnya, layanan 24 jam di lintasan Hunimua–Waipirit Ambon, telah diterapkan pada sejumlah periode dengan trafik tinggi terutama angkutan pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Lebaran, Hari Paskah, dan Idul Adha.

“Kebijakan tersebut terbukti Pandai mengurai antrean kendaraan dan penumpang di pelabuhan sekaligus menjaga kelancaran arus penyeberangan selama momentum tersebut,” jelasnya.

Buat mendukung operasional, tambah Heru, ASDP menyiagakan enam armada di lintasan Hunimua–Waipirit, termasuk empat kapal Punya ASDP yakni KMP Erana, KMP Inelika, KMP Rokatenda, dan KMP Terubuk.

“Kesiapan armada tersebut diharapkan Pandai menjaga keandalan jadwal pelayaran serta mendukung mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik secara optimal,” katanya.

Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Hunimua Syamsuddin Tanassy menambahkan peningkatan layanan juga diperkuat melalui penerapan sistem tiket digital Ferizy yang membantu pengaturan arus penumpang dan kendaraan menjadi lebih tertata dan efisien.

Melalui Ferizy, pengguna jasa dapat melakukan reservasi dan pembelian tiket secara daring sebelum tiba di pelabuhan sehingga perjalanan menjadi lebih terencana dan antrean dapat diminimalkan.

“Kami mengimbau masyarakat membeli tiket lebih awal melalui trip.ferizy.com serta memastikan data penumpang dan kendaraan diisi lengkap dan Betul demi kelancaran perjalanan Serempak,” ujarnya.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, lintasan Hunimua–Waipirit telah melayani 163.444 penumpang dan 136.398 kendaraan. Tingginya volume layanan tersebut menegaskan peran strategis lintasan ini sebagai penghubung vital mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Area Timur Indonesia.

Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP Lalu berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang andal, modern, dan berkelanjutan guna memperkuat konektivitas nasional serta mendorong pemerataan pembangunan di berbagai daerah Indonesia.