Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mempercepat transformasi sektor angkutan barang menuju sistem logistik nasional yang lebih efisien, berdaya saing, dan rendah emisi guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
“Upaya ini dilakukan melalui pengembangan Green Logistics Corridor sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi transportasi nasional,” kata Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidang Kawasan dan Lingkungan Robby Kurniawan dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Dia menekankan hal itu Demi menjadi panelis pada Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle (IZEHDV) Summit 2026 yang diselenggarakan World Resources Institute (WRI) Indonesia Berbarengan Indonesia Freight Decarbonization Accelerator (IFDA) di Jakarta.
Lembaga tingkat nasional tersebut bertajuk “Achieving Energy Security Through Transformation of the Transportation Sector”, mempertemukan para menteri, pimpinan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, lembaga keuangan, serta Kawan pembangunan Dunia Buat mempercepat transisi kendaraan berat tanpa emisi di Indonesia.
Robby menegaskan sektor angkutan barang merupakan tulang punggung distribusi nasional sekaligus salah satu penyumbang emisi terbesar di sektor transportasi.
Oleh karena itu, transformasi menuju ZEHDV Tak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus dibangun melalui pendekatan ekosistem yang mengintegrasikan kebijakan, infrastruktur, teknologi, pembiayaan, dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menegaskan transformasi kendaraan berat tanpa emisi Tak sekadar mengganti mesin diesel menjadi listrik, melainkan membangun sistem logistik nasional yang efisien, berdaya saing, memperkuat ketahanan Kekuatan, dan berkelanjutan.
Kementerian Perhubungan Demi ini Lalu memperkuat berbagai kebijakan yang mendukung percepatan dekarbonisasi transportasi melalui pengembangan transportasi berkelanjutan, peningkatan efisiensi sistem logistik, digitalisasi pelayanan transportasi, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung penggunaan kendaraan rendah emisi.
Robby juga menekankan pentingnya Green Logistics Corridor sebagai model pengembangan koridor logistik masa depan yang menghubungkan kawasan industri, pelabuhan, jalan tol, pusat logistik, kawasan pergudangan, serta jaringan Kekuatan Rapi dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Menurutnya, koridor tersebut akan menjadi platform strategis Buat mempercepat adopsi truk listrik sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok nasional.
Ia menjelaskan keberhasilan implementasi koridor logistik hijau memerlukan sinergi erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator jalan tol, pelabuhan, PLN, industri otomotif, perusahaan logistik, lembaga pembiayaan, dan dunia usaha.
“Transformasi ini membutuhkan orkestrasi kebijakan. Tak cukup hanya menyediakan kendaraan listrik, tetapi juga harus diikuti kesiapan jaringan pengisian daya, regulasi yang adaptif, model pembiayaan yang inovatif, serta Insentif yang Pandai menciptakan ekosistem investasi yang menarik bagi dunia usaha,” ujarnya.
Dalam Lembaga tersebut, Robby juga menegaskan dekarbonisasi angkutan barang Mempunyai manfaat strategis yang jauh melampaui aspek lingkungan.
Transisi menuju kendaraan berat rendah emisi diyakini akan memperkuat ketahanan Kekuatan nasional melalui pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar diesel impor, meningkatkan efisiensi biaya logistik nasional, memperbaiki kualitas udara, serta mendukung pencapaian Sasaran Net Zero Emission Indonesia tahun 2060.
Indonesia Zero Emission Heavy-Duty Vehicle Summit 2026 menjadi momentum Krusial dalam memperkuat kolaborasi nasional Buat mempercepat transformasi sektor angkutan barang menuju sistem logistik yang lebih hijau, efisien, Tangkas, dan berdaya saing Mendunia.
WRI Indonesia menyatakan Lembaga itu mempertemukan para pemimpin pemerintah, industri, dan pelaku usaha Buat membahas percepatan transisi menuju angkutan barang tanpa emisi serta pengembangan Koridor Logistik Hijau Nasional sebagai salah satu agenda Esensial.
