Dari Mussolini hingga Trump… Intervensi politik yang mengguncang Piala Dunia

Goal.com

Italia menjadi tuan rumah Piala Dunia edisi kedua, dan pemimpin Italia Benito Mussolini—yang, berbeda dengan rakyatnya, Tak terlalu menyukai sepak bola—Menonton turnamen tersebut sebagai kesempatan yang sempurna Kepada mengagungkan sistem politiknya.

Mussolini hadir di setiap pertandingan dan sering masuk ke ruang ganti pemain, sementara wasit dituduh memihak tim tuan rumah Italia—yang pada akhirnya dinobatkan sebagai Pemenang—hingga FIFA kemudian menjatuhkan Hukuman skorsing seumur hidup kepada dua wasit.

 Mussolini Lanjut menekan pada tahun 1938… dan Austria di Rendah bendera Nazi

Hanya satu tahun sebelum pecahnya Perang Dunia II, Austria—yang baru saja dianeksasi oleh Jerman Nazi—mengumumkan penarikan diri dari turnamen tersebut, dan sejumlah pemainnya dipaksa Kepada mewakili tim nasional Jerman, bahkan diminta Kepada melakukan salam Nazi di Stadion Parc des Princes di Paris.

Tetapi demikian, tim nasional Jerman Tak berhasil melaju melewati babak 16 besar.

Sedangkan Italia, berhasil mempertahankan gelarnya, sementara para pemainnya mengenakan seragam hitam yang mengingatkan pada seragam milisi Italia. 

Sebelum pertandingan final, Mussolini mengirimkan pesan singkat Tetapi menakutkan kepada mereka: “Kemenangan atau Kematian.”