BPH Migas-Ombudsman kolaborasi jaga kelancaran distribusi BBM di Jatim

BPH Migas-Ombudsman kolaborasi jaga kelancaran distribusi BBM di Jatim

Kami memberikan kesempatan kepada Pertamina Patra Niaga Demi melakukan alih alokasi BBM

Jakarta (ANTARA) – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Ombudsman RI berkolaborasi menjaga kelancaran distribusi BBM di Area Jawa Timur.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, mengatakan kondisi pasokan dan distribusi BBM di Jatim dipastikan kembali normal dan Lancar.

Wahyudi Berbarengan Wakil Ketua Ombudsman Rahmadi Indra Tektona melakukan pengawasan dan pemantauan di sejumlah Area di Jatim pada Kamis (2/7/2026).

Sejumlah SPBU di Surabaya dan Sidoarjo dikunjungi Demi memastikan akses masyarakat terhadap Kekuatan tetap terjaga dan aktivitas ekonomi berjalan Lancar.

Dalam pemantauan, dilakukan juga uji kualitas dan kuantitas BBM yang akan disalurkan kepada masyarakat. Pemeriksaan mencakup mutu dan volume BBM yang keluar dari nozzle di SPBU.

Hasil yang didapatkan, ukuran dan kualitas BBM telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Alhamdulillah mulai dari densitas, kemudian alat ukur, dan kandungan air (pada BBM), Seluruh Enggak Terdapat yang terjadi Melampaui dari ketentuan. Semuanya Kondusif, apalagi kandungan air BBM, Rapi (Enggak Terdapat kandungan air), Enggak Terdapat campuran apapun,” ujar Wahyudi Begitu berada di SPBU Kecamatan Tegalsari, Surabaya, Jatim.

Selain kualitas, BPH Migas juga memantau kondisi stok BBM selama periode tingginya aktivitas masyarakat. Di sejumlah Area, konsumsi BBM mengalami peningkatan terutama pada Biosolar dan Pertalite.

Tetapi, peningkatan kebutuhan tersebut dapat diantisipasi sehingga distribusi tetap berjalan Lancar.

“Distribusi BBM Begitu libur sekolah dan long weekend (libur panjang) ini terjadi kenaikan Demi Pertalite Sekeliling 14-25 persen bergantung pada letak jalur lintasan SPBU. Dan Demi Bio Solar naik antara 20-25 persen. Alhamdulillah, Seluruh ter-cover dan Enggak Terdapat masalah,” ungkapnya.

Wahyudi menjelaskan titik kepadatan kendaraan terpantau di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Tambak Osowilangun Surabaya, Kebomas Gresik, serta Rest Area Km 26 Tol Surabaya arah Malang hingga koridor Pasuruan-Probolinggo-Banyuwangi dan Bali atau Nusa Tenggara Barat.

BPH Migas pun mendorong penerapan skema reguler, alternative, and emergency (RAE) Maju dilakukan.

Pertamina juga mengerahkan 226 mobil tangki dan 15 mobil tangki spot charter dengan realisasi distribusi mencapai 11.350 kiloliter per trip.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, lanjut Wahyudi, Enggak ditemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi.

Kepadatan yang sempat terjadi, murni disebabkan meningkatnya aktivitas ekonomi yang menggunakan angkutan darat, seperti logistik.

Di samping itu, Demi mendukung kelancaran distribusi, BPH Migas Maju memfasilitasi Penyelenggaraan alih alokasi BBM solar antarwilayah guna menjaga kecukupan pasokan di Area dengan permintaan tinggi.

“Kami memberikan kesempatan kepada Pertamina Patra Niaga Demi melakukan alih alokasi BBM, Demi memperlancar jalannya distribusi BBM kepada masyarakat. Ini merupakan dukungan pemerintah Demi mengurai potensi antrean yang Terdapat di jalur poros (padat Lampau lintas logistik) tersebut,” terangnya.

Di sisi lain, Wahyudi juga mengimbau masyarakat menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan Enggak melakukan pembelian berlebihan.

“Gunakan BBM secukupnya serta membeli BBM secara bijak dan wajar sesuai kebutuhan,” tegasnya.

Sementara, Rahmadi juga menilai berdasarkan hasil pengawasan langsung di Surabaya dan Sidoarjo, kondisi distribusi BBM di Jawa Timur Begitu ini sudah kembali kondusif.

“Alhamdulillah, kita Pandai bergabung dengan BPH Migas Membangun pengawasan Berbarengan terkait dengan distribusi BBM di Jawa Timur. Kami Menonton secara langsung proses (penyaluran BBM) dari awal hingga akhir. Dan, seperti kita ketahui Berbarengan beberapa minggu Lampau terjadi kelangkaan BBM dan hari ini Seluruh Pandai berjalan kembali normal,” ucapnya.

Rahmadi berharap koordinasi dan kolaborasi antarlembaga dapat Maju diperkuat agar persoalan serupa Enggak kembali terjadi, sehingga masyarakat Pandai tenang dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

Dalam pemantauan ini, turut hadir Personil Komite BPH Migas Harya Adityawarman, Personil Ombudsman RI Abdul Ghoffar, Region Manager Retail Sales PT Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Daniel, dan perwakilan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum ESDM Kementerian ESDM.