Wakil Direktur Istimewa Pertamina Oki Muraza Serempak Direktur SPPU Pertamina Emma Sri Martini dan Jajaran Direksi Subholding Pertamina melakukan sesi foto Serempak usai Signing For Energy Transition/CCS Topics Ketika acara 50th IPA Convex Day 2 yang diselenggar
Jakarta: Pertamina dan Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) Formal menjalin kolaborasi strategis. Kolaborasi dimaksud dituangkan dalam Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) “Research Collaboration and Joint Study on the Development of Sustainable Energy Transition Pathways”. Penandatangan MoU ini menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian acara IPA Convex 2026.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Strategi, Portfolio dan Pengembangan Usaha (SPPU) Pertamina Emma Sri Martini dengan Chief Operating Officer (COO) ERIA Dr. Takayuki Yamanaka.
Emma menyampaikan bahwa Pertamina berkomitmen Buat Maju mendukung program pemerintah dalam mendukung kemandirian Daya nasional dan juga mendukung transisi Daya. Buat itu, Pertamina Maju mengembangkan kapabilitasnya dan kemampuannya dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk didalamnya lembaga-lembaga pemikir (think tank).
“Kemandirian Daya dan transisi Daya merupakan dua strategi yang dijalankan oleh Pertamina secara bersamaan. Kedua hal ini memperkuat satu dengan yang lainnya. Ini juga merupakan implementasi Dual Growth Strategy Pertamina,” Terang Emma.
Emma menjelaskan, Pertamina Ketika ini menjalankan dua pilar Istimewa strategi bisnis, yakni mengoptimalkan bisnis eksisting berbasis Daya fosil serta mempercepat pengembangan bisnis rendah karbon.
Nota Kesepahaman ini mencakup dua pilar Istimewa kerja sama, yakni analisis kebijakan dan ekonomi di sektor Daya, serta pengembangan kapasitas (capacity building) dan pertukaran pengetahuan (knowledge exchange).
Implementasi nota kesepahaman akan dilaksanakan oleh Pertamina Energy Institute (PEI) sebagai lembaga pemikir (think tank) strategis di Pertamina.
“Melalui kemitraan dengan ERIA, Pertamina akan memperoleh dukungan berupa kajian kebijakan berbasis riset, analisis ekonomi Daya yang komprehensif, serta penguatan kapasitas institusional yang selaras dengan pengembangan portofolio bisnis dan strategi jangka panjang Perusahaan,” kata Emma.
Emma juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan Pandai memperkuat posisi strategis Pertamina di kawasan regional di tengah dinamika transisi Daya Dunia yang Maju berkembang.
“Dengan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan termasuk didalamnya lembaga pemikir level Dunia akan meningkatkan kapasitas para pihak,” tutupnya.
Pada sesi yang sama, Pertamina Grup juga melakukan penandatangan penandatanganan beberapa kerjasama diantaranya JSA CCS Amonia antara PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Daya (PHE), Perusahaan Gas Negara (PGN) dan PT Pupuk Indonesia; HoA CCS Asri Basin antara PHE dan Exxon serta MOU CCS di Area Kerja Pertamina antara PT Pertamina (Persero), PHE dan ERIA.
ERIA merupakan think tank Dunia yang didirikan pada tahun 2007, dengan Pusat perhatian kajian pada dimensi ekonomi dan kebijakan di kawasan ASEAN dan Asia Timur. Lembaga ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (Ministry of Economy, Trade and Industry/METI), serta diakui secara luas atas keunggulannya dalam analisis kebijakan Daya di tingkat regional.
