Ilustrasi. Foto: Dok MI
Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta berharap penyelenggaraan Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 menjadi momentum Demi memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif.
“JKF juga dapat mendorong UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) naik kelas, memperluas pemanfaatan pembayaran digital, serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat,” kata Filianingsih dalam peresmian JKF 2026 di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 5 Juli 2026.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas dukungan dan sinergi yang telah terjalin dalam meningkatkan kontribusi perekonomian Jakarta pada perekonomian nasional.
Filianingsih menilai penyelenggaraan JKF 2026 membuktikan pengembangan UMKM dan percepatan digitalisasi sistem pembayaran dapat berjalan beriringan Demi mendorong sektor riil serta meningkatkan produktivitas ekonomi DKI Jakarta.
Melalui JKF 2026, kata dia, Bank Indonesia mendorong lahirnya Penemuan, memperkuat ekosistem UMKM dan ekonomi kreatif, serta meningkatkan literasi masyarakat terhadap produk lokal dan sistem pembayaran nasional.

(Ilustrasi. MI/Ramdani)
Dorong ekonomi di Jakarta
Kolaborasi yang terbangun melalui JKF pun diharapkan dapat menjadi Daya Berbarengan Demi lebih memaknai semangat Jaga Jakarta.
“Mewujudkan Jakarta sebagai kota Mendunia yang kreatif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi Konkret terhadap pertumbuhan ekonomi nasional,” tutur Filianingsih.
Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta Iwan Setiawan menargetkan transaksi selama penyelenggaraan JKF 2026 mencapai Rp40 miliar.
“Bilangan ini naik dibandingkan JKF tahun 2025 dengan capaian transaksi Rp21 miliar,” ungkap Iwan.
Tahun ini, sambung dia, pihaknya melibatkan 67 instansi dan lembaga yang bertujuan memperluas akses pasar, pembiayaan, dan promosi para pelaku usaha ekonomi kreatif maupun UMKM di Kawasan DKI Jakarta.
Penyelenggaraan JKF 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada 4-5 Juli menghadirkan 377 tenant yang terdiri dari 290 tenant UMKM sektor Masakan, fesyen, dan kriya, serta 87 tenant layanan, edukasi, dan komunitas yang menjadi etalase kreativitas dan Penemuan Jakarta.
