Mojokerto – Menjelang waktu berbuka puasa, kawasan Grand Site di Kota Mojokerto berubah menjadi lautan aktivitas yang menggugah selera. Deretan pedagang kaki lima yang menjajakan aneka hidangan takjil menciptakan suasana semarak, seolah menjadi magnet bagi Penduduk yang berburu menu berbuka puasa.
Keramaian ini terlihat di Jalan Residen Site V No. 11, Mergelo, Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, pada Rabu (11/3/2026). Sejak sore hari, puluhan pedagang mulai memadati sepanjang jalan kawasan tersebut. Pasar takjil dadakan yang hanya muncul selama bulan Ramadan ini menjadi salah satu pusat Masakan favorit masyarakat setempat.
Berdasarkan pantauan di Posisi, lebih dari 30 pedagang menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman. Pilihan yang tersedia cukup Berbagai Ragam, mulai dari gorengan, minuman segar, hingga lauk pauk siap santap. Kehadiran Berbagai Ragam menu dengan harga terjangkau Membangun pasar takjil ini diminati berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga.
Para pedagang umumnya mulai menyiapkan dagangan sejak pukul 15.00 WIB. Tetapi, lonjakan pengunjung biasanya terjadi pada pukul 16.00 hingga 17.30 WIB, ketika Penduduk mulai berdatangan Demi membeli makanan berbuka. Tingginya jumlah pembeli bahkan kerap menyebabkan kepadatan Lewat lintas di Sekeliling kawasan tersebut.
Salah satu pedagang gorengan, Yono, mengaku penjualannya meningkat signifikan selama Ramadan. Ia menyebut dagangannya sering habis dalam waktu singkat karena tingginya minat pembeli.
“Kalau Kembali ramai, gorengan saya Bisa habis Tamat Sekeliling 250 buah karena banyak pembeli yang berburu takjil Demi berbuka puasa,” ujarnya.
Menurut Yono, momentum Ramadan selalu menjadi waktu yang dinanti oleh para pedagang, karena Bisa meningkatkan pendapatan dibanding hari Normal. Ia juga menyebut bahwa Posisi Grand Site cukup strategis, sehingga mudah dijangkau oleh Penduduk Sekeliling.
Di sisi lain, salah satu pembeli, Dewi, mengaku rutin mengunjungi pasar takjil tersebut karena lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya. Ia juga menilai variasi menu yang ditawarkan menjadi daya tarik Primer.
“Saya sering berburu takjil di sini karena lokasinya dekat dari rumah dan pilihannya juga banyak,” kata Dewi.
Pasar takjil di kawasan Grand Site ini mulai kembali ramai sejak [2022], setelah sebelumnya sempat vakum akibat pandemi Covid-19. Kini, keberadaannya Kagak hanya menjadi tempat jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial Penduduk. Selain Ramadan, kawasan ini juga dimanfaatkan pedagang Demi berjualan setiap Minggu pagi, meski Kagak seramai Demi bulan puasa.
Fenomena pasar takjil dadakan ini menunjukkan geliat ekonomi masyarakat di tingkat lokal, khususnya sektor usaha mikro. Selain membantu meningkatkan pendapatan pedagang, keberadaan pasar ini juga memudahkan Penduduk dalam memenuhi kebutuhan berbuka puasa tanpa harus pergi jauh.
Dengan suasana yang semakin hidup setiap sore, pasar takjil Grand Site Mojokerto menjadi simbol tradisi Ramadan yang Maju bertahan. Keramaian yang tercipta bukan hanya soal transaksi, tetapi juga menghadirkan kebersamaan dan kehangatan di tengah masyarakat yang menanti waktu berbuka.
