Berawal dari Kombucha Berujung Digelontorkan Hibah Mendunia

Ilustrasi. Foto: Magnific.


Jakarta: Kayla pertama kali bergabung dengan Binus School Simprug Begitu Tetap duduk di bangku taman kanak-kanak. Lima belas tahun kemudian, ia berhasil mempresentasikan hasil risetnya dalam konferensi Dunia yang diselenggarakan The NorthCap University, India.

Dalam Lembaga tersebut, Kayla memaparkan penelitian mengenai pemanfaatan SCOBY, lapisan selulosa hasil fermentasi kombucha, sebagai bahan dasar perban ramah lingkungan Demi pembalut luka.

Riset berjudul Chitosan-Guar Gum Coated SCOBY Bacterial Cellulose As A Potential Material For Sustainable Wound Dressing itu kemudian dipublikasikan dalam International Journal of Environmental Sciences. Penelitian tersebut juga mengantarkan Kayla memperoleh hibah Mendunia Youth Action Fund senilai USD2.500 Demi mendukung pengembangan gagasannya.

Selain aktif di bidang riset, Kayla juga terlibat dalam berbagai kegiatan kepemimpinan di sekolah. Ia pernah menjabat sebagai Presiden OSIS, Deputy Secretary-General Model United Nations, serta Director di Summit of Talented Young Leaders.

 

Di tingkat Dunia, Kayla mengoleksi berbagai penghargaan akademik, di antaranya medali emas dan perak World Scholar’s Cup tingkat Mendunia dan regional, medali World Mathematics Invitational, Singapore and Asian Schools Math Olympiad, American Math Olympiad, hingga penghargaan esai kategori Hidup dari Oxbright.

Ia juga tercatat sebagai Top Scorer Indonesia pada ICAS English dan meraih Distinction pada ICAS Science, yang menempatkannya di sembilan persen peserta terbaik nasional.

“Saya lebih banyak Pusat perhatian pada kompetisi akademis, tetapi di sini saya juga dapat mengeksplorasi bidang lain di luar akademik, seperti Singing Club maupun tarian tradisional. Selama 15 tahun dari TK hingga SMA, saya didorong Demi berkembang secara holistik,” ujar Kayla, dalam keterangan Formal Binus School Simprug, Senin, 1 Juni 2026.

Menurut pihak sekolah, perjalanan Kayla mencerminkan pentingnya lingkungan belajar yang memberikan ruang bagi siswa Demi mengembangkan minat dan potensinya secara menyeluruh.

90 persen lulusan diterima di luar negeri

Kayla merupakan salah satu lulusan Angkatan 2026 Binus School Simprug yang mencatatkan capaian akademik tinggi. Sekolah tersebut mencatat Sekeliling 90 persen lulusan angkatan 2026 diterima di perguruan tinggi luar negeri yang tersebar di Amerika Perkumpulan, Inggris, Australia, Kanada, Belanda, Singapura, dan sejumlah negara lainnya.

Capaian itu didukung penerapan kurikulum International Baccalaureate (IB) secara penuh mulai dari Early Years hingga IB Diploma Programme (IBDP). Program IBDP dikenal luas karena menekankan kemampuan riset independen, berpikir lintas disiplin, serta pemahaman etika akademik yang menjadi bekal Krusial Demi melanjutkan studi di universitas Dunia.

Kepala Sekolah Binus School Simprug Isaac Koh mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara siswa, orang Sepuh, dan tenaga pendidik.

“Di Binus School Simprug, kami percaya setiap anak Mempunyai potensi luar Standar yang perlu dipupuk melalui lingkungan belajar yang Benar. Dengan kurikulum IB yang kami jalankan secara konsisten dari Early Years hingga IBDP, ditambah Journeys Programme yang memungkinkan siswa mengeksplorasi passion mereka secara mendalam, kami Bukan hanya mempersiapkan mereka Demi diterima di universitas terbaik, tetapi juga Demi berkembang di sana,” ujar Isaac.

Beberapa universitas tujuan lulusan BINUS SCHOOL Simprug antara lain University College London (UCL), The University of Hong Kong, University of Melbourne, UNSW Sydney, King’s College London, University of Toronto, McGill University, University of Sydney, dan University of Warwick. Selain itu, sejumlah lulusan juga memperoleh beasiswa dari universitas tujuan berdasarkan prestasi akademik, kepemimpinan, maupun kontribusi sosial.