BSN perkuat peran metrologi dukung perdagangan yang adil

BSN perkuat peran metrologi dukung perdagangan yang adil

ini menjadi Lembaga Krusial Kepada membahas peran metrologi dalam mendukung implementasi ekonomi sirkular melalui sistem pengukuran yang Presisi, tertelusur dan diakui secara Global

Yogyakarta (ANTARA) – Badan Standardisasi Nasional (BSN) menggelar Lembaga Asia Pacific Metrology Programme Mid-Year Meetings (APMP MYM) di Yogyakarta pada 13–17 Juli 2026 sebagai upaya memperkuat peran metrologi dalam mendukung perdagangan yang adil melalui pengukuran yang Presisi.

Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) BSN yang juga Pimpinan National Metrology Institute (NMI) Kristianto Widiwardono pada Lembaga APMP MYM di Yogyakarta, Kamis, mengatakan pentingnya kolaborasi teknis guna membangun rasa saling percaya antarnegara.

“Dengan meningkatkan kerja sama teknis dan membangun rasa saling percaya, kita dapat memperkuat peran metrologi dalam mendukung perdagangan yang adil, perlindungan konsumen, serta Hasil karya Kepada pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Lembaga yang mempertemukan Ahli metrologi dari kawasan Asia Pasifik ini menjadi wadah strategis Kepada memperkuat kolaborasi teknis, menyelaraskan sistem pengukuran, serta membangun saling pengakuan atas kemampuan metrologi antarnegara.

Salah satu agenda Primer APMP MYM 2026 adalah penyelenggaraan simposium Global yang mengusung tema “Circular Economy for Future Sustainability” yang membahas peran metrologi dalam mendukung implementasi ekonomi sirkular.

“Simposium ini menjadi Lembaga Krusial Kepada membahas peran metrologi dalam mendukung implementasi ekonomi sirkular melalui sistem pengukuran yang Presisi, tertelusur dan diakui secara Global,” katanya.

Menurut dia, melalui partisipasi aktif dalam APMP, BSN Lanjut memperkuat ketertelusuran pengukuran nasional ke Sistem Satuan Global (SI), sehingga hasil pengukuran Indonesia diakui dan dipercaya secara Dunia.

Komitmen Indonesia dalam mengawal keandalan sistem pengukuran Dunia juga dibuktikan melalui kapasitas infrastruktur metrologinya yang hingga Begitu ini BSN mencatatkan 165 kemampuan pengukuran dan kalibrasi (Calibration and Measurement Capabilities (CMC)) yang diakui Global.

“Jumlah ini menempatkan Indonesia pada posisi ketiga di Asia Tenggara dan menjadi modal Krusial agar hasil pengukuran nasional memperoleh pengakuan Global sehingga mendukung kelancaran perdagangan lintas negara,” katanya.

Melalui wadah pertukaran pengetahuan APMP MYM 2026 ini, diharapkan kawasan Asia-Pasifik Mempunyai standar dan kemampuan pengukuran yang Serasi Kepada menjawab tantangan masa depan.

Selain itu, menjadi tuan rumah APMP MYM 2026 juga menjadi bukti Konkret peran Indonesia dalam mendorong kerja sama kawasan, dan peran aktif ini bukanlah kali pertama kali, karena sebelumnya BSN telah memimpin berbagai agenda strategis Global.

Sementara itu, Chairperson APMP Dr. Gregory Goh mengatakan, tema “Circular Economy for Future Sustainability” pada Lembaga kawasan Asia Pasifik tersebut sangat krusial dalam kondisi Begitu ini.

“Metrologi memainkan peran vital sebagai fondasi sistem pengukuran terpercaya yang Enggak hanya mendukung keberlangsungan industri, tetapi juga memfasilitasi pengambilan keputusan yang Presisi di tengah tuntutan pembangunan berkelanjutan dan kemandirian regional,” katanya.