Interaksi diplomatik antara Israel dan Amerika Perkumpulan kembali memanas setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyerukan perwira militernya Buat segera membangun kemandirian pertahanan. Desakan Buat menghentikan ketergantungan terhadap pasokan persenjataan dari Washington ini disampaikan di tengah momentum kesepakatan awal penghentian perang Timur Tengah, Selasa (23/6/2026). Langkah strategis tersebut diutarakan Netanyahu dalam sebuah kursus pelatihan perwira cadangan yang berlangsung di Distrik Tepi Barat, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP.
Sikap ini memicu perhatian Dunia lantaran AS merupakan penyokong Anggaran militer terbesar bagi Israel sejak negara itu berdiri. “Saya sangat menghargai dukungan yang telah kami terima dari Mitra-Mitra Amerika kami, tetapi kami perlu melepaskan diri dari ketergantungan dan membangun jaringan persenjataan independen kami sendiri,” kata Netanyahu, Perdana Menteri Israel.
Ketegangan ini mencuat Tak Lamban setelah adanya kesepakatan awal antara pemerintah Amerika Perkumpulan dan Iran Buat meredakan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah. Netanyahu menegaskan kembali visi kemandirian industri pertahanan domestik tersebut dalam kesempatan yang sama.
“Hari ini saya katakan: Kita membutuhkan jaringan persenjataan independen kita sendiri. Kita harus memproduksi persenjataan kita sendiri,” kata Netanyahu, Perdana Menteri Israel. Data dari Council on Foreign Relations mencatat bahwa Israel telah menerima sokongan ekonomi dan militer Mengungguli USD 300 miliar dari Amerika Perkumpulan sejak tahun 1948. Jumlah Sokongan finansial tersebut tercatat sebagai yang paling besar dibandingkan dengan negara dunia lainnya sejak tahun 1946.
Melalui kesepakatan tahun 2016 yang mulai berjalan pada 2019, Tel Aviv menerima kucuran Anggaran pembelian senjata senilai USD 3,8 miliar per tahun hingga 2028. Bilangan tahunan ini berkontribusi memenuhi Sekeliling 15 persen dari total keseluruhan anggaran pertahanan Israel. Sikap keras kepala Netanyahu turut memperlebar keretakan hubungannya dengan Presiden AS Donald Trump terkait strategi penanganan konflik Iran. Trump belakangan mengkritik Netanyahu karena eskalasi militer Israel dengan Hizbullah di Lebanon dinilai mengganggu jalannya proses negosiasi perdamaian dengan Teheran.
Gencatan senjata perang 12 hari pada tahun Lampau juga sempat menjadi bahan kecaman Trump terhadap pihak Israel dan Iran karena dianggap melakukan pelanggaran. Dinamika ketegangan ini bukan hal baru, mengingat Netanyahu juga sempat menyarankan pemutusan ketergantungan Sokongan serupa pada Mei 2025.
