Bappeda Kalsel kaji keberadaan KEK Mengembang Putih Kotabaru

Bappeda Kalsel kaji keberadaan KEK Mekar Putih Kotabaru

Ketika ini pertumbuhan ekonomi kita berada di Bilangan 5,67 persen dan kondisi geopolitik dunia tentu menjadi tantangan tersendiri

Banjarmasin (ANTARA) – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan Focus Group Discussion (FGD) Kajian Kawasan Ekonomi Spesifik (KEK) Mengembang Putih di Kabupaten Kotabaru.

Kepala Bappeda Kalsel Suprapti Tri Astuti, mengatakan, kajian ini diharapkan memberikan gambaran menyeluruh mengenai keterkaitan sektor hulu hingga hilir, Kesempatan peningkatan nilai tambah, penguatan daya saing daerah, serta proyeksi pengembangan ekonomi kawasan di masa mendatang.

“Melalui kajian ini, pemerintah daerah berupaya mendorong terciptanya ekosistem industri dan investasi yang lebih terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan. KEK Mengembang Putih diharapkan Enggak hanya menjadi kawasan pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga Pandai memberikan Dampak ikutan terhadap sektor-sektor unggulan daerah,” ujarnya, di Banjarbaru, Senin.

Dikatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian Krusial dalam proses penyusunan Arsip kajian strategis guna menganalisis potensi pengembangan rantai nilai komoditas unggulan Kalsel yang terintegrasi dengan keberadaan KEK Mengembang Putih.

Keberadaan KEK Mengembang Putih nantinya diharapkan Pandai membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta memperkuat posisi Kalimantan Selatan dalam rantai pasok regional maupun nasional.

Kepala Bappeda juga menyoroti tantangan pertumbuhan ekonomi daerah yang dipengaruhi kondisi geopolitik Mendunia.

Ia menyebutkan bahwa Pemprov Kalsel Mempunyai Sasaran pertumbuhan ekonomi sebesar 8,1 persen pada tahun 2029 sebagaimana tertuang dalam RPJMD.

“Di dalam RPJMD kita, Sasaran pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2029 berada di Bilangan 8,1 persen. Ketika ini pertumbuhan ekonomi kita berada di Bilangan 5,67 persen dan kondisi geopolitik dunia tentu menjadi tantangan tersendiri,” katanya.

Berdasarkan hasil pembahasan Berbarengan Bappenas dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas), Sasaran pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan pada tahun 2027 diproyeksikan berada pada kisaran 6,7 hingga 7,2 persen.

“Sasaran ini sangat tinggi dibandingkan beberapa provinsi lain. Karena itu, kami berharap ketika Peraturan Presiden terkait KEK terbit dan KEK Mengembang Putih mulai beroperasi, Sasaran pertumbuhan ekonomi 8,1 persen pada 2029 dapat tercapai,” lanjutnya.

Mewujudkan Sasaran tersebut diperlukan keterlibatan dan kontribusi seluruh pihak, Bagus pemerintah, akademisi, maupun pelaku usaha agar Arsip yang dihasilkan Betul-Betul implementatif dan dapat diterapkan di lapangan.

“Kami berharap seluruh peserta dapat berpartisipasi aktif dalam memberikan pandangan, masukan, serta pengalaman yang relevan sehingga hasil akhir Arsip nantinya dapat menjadi acuan yang berkualitas dalam mendukung pengembangan KEK Mengembang Putih dan komoditas unggulan Kalimantan Selatan secara berkelanjutan,” tambahnya.