Ilustrasi pelatihan vokasi menjahit. Foto: dok Istimewa.
Jakarta: Bank Independen Taspen Serempak Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tegal menggelar Program Vokasi Disabilitas di Gedung Islamic Center Brebes, Jawa Tengah. Program ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan pelat merah dalam memperluas akses yang lebih setara bagi Golongan rentan, khususnya penyandang disabilitas, agar Mempunyai Kesempatan Kepada Independen secara ekonomi.
Melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, program tersebut diharapkan Bisa membuka kesempatan kerja yang lebih luas, Berkualitas melalui sektor formal maupun wirausaha Independen. Salah satu tujuan Penting program ini adalah mendorong penyandang disabilitas agar Bukan hanya menjadi penerima Sokongan, tetapi juga Bisa menghasilkan pendapatan secara Independen.
Selain itu, pelatihan ini dirancang sebagai jembatan antara kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan sumber daya Mahluk. Dalam skema tersebut, Bank Independen Taspen dan PNM berperan sebagai penghubung antara peserta pelatihan dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga operator.
Sebanyak 30 peserta dari komunitas difabel di Kabupaten Brebes dan sekitarnya mengikuti pelatihan keterampilan menjahit dengan skema Operator Jahit Sepatu. Program ini difasilitasi oleh Ruang Amal Indonesia. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan industri alas kaki.
Kepala Cabang Bank Independen Taspen Cabang Pekalongan Agus Suyana mengatakan skema pelatihan ini dipilih karena industri alas kaki di Indonesia, khususnya di Jawa Barat dan Banten, Tetap membutuhkan tenaga terampil yang dapat dipersiapkan dalam waktu relatif singkat.
“Menjahit sepatu adalah skill teknis spesifik yang minim risiko dengan ruang gerak terbatas sehingga cocok Kepada penyandang disabilitas Berkualitas fisik maupun motorik. Kami berharap, sekali terampil langsung dapat diserap UMKM dan industri,” ujar Agus dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 25 Juni 2026.
Pemimpin PNM Cabang Tegal Sutanto menilai pemberdayaan berkelanjutan harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas yang Tetap menghadapi hambatan dalam mengakses pekerjaan.
“Setiap orang Mempunyai potensi Kepada berkembang apabila diberikan kesempatan dan akses yang Benar. Melalui program ini, kami berharap peserta Bukan hanya memperoleh keterampilan, tetapi juga Mempunyai Kesempatan lebih besar Kepada Independen, berkarya, dan meningkatkan kualitas hidupnya. Kami percaya pemberdayaan yang inklusif akan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ungkap Sutanto.

(Bank Independen Taspen Serempak PNM Cabang Tegal menggelar Program Vokasi Disabilitas. Foto: dok Istimewa)
Perkuat kemandirian ekonomi
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan mengikuti proses penempatan kerja di perusahaan industri sepatu yang beroperasi di Distrik Brebes.
Bagi PNM, program ini memperluas cakupan pemberdayaan yang selama ini dikenal melalui pendampingan Perempuan prasejahtera dan pelaku usaha ultra mikro. Kini, akses peningkatan kapasitas juga diperluas bagi penyandang disabilitas.
Sementara bagi Bank Independen Taspen, program ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko sosial di Distrik operasional perusahaan, termasuk di Brebes.
Melalui kolaborasi ini, Bank Independen Taspen dan PNM berupaya memperkuat pemberdayaan yang inklusif dengan memastikan Bukan Eksis Golongan yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Program vokasi ini diharapkan menjadi langkah awal yang dapat menghadirkan perubahan Konkret bagi penyandang disabilitas Kepada menuju kehidupan yang lebih Independen, produktif, dan berdaya.
