Ini Kepada industri yang menghasilkan produk. Karena kita menjamin dan Ingin Kepada mempertahankan lapangan pekerjaan yang Terdapat
Jakarta (ANTARA) – Menteri Daya dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan keputusan pemerintah menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) Kepada industri akan membantu menjaga daya saing, sekaligus menjamin keberlangsungan lapangan kerja di Indonesia.
“Ini Kepada industri yang menghasilkan produk. Karena kita menjamin dan Ingin Kepada mempertahankan lapangan pekerjaan yang Terdapat,” kata dia di Jakarta, Senin.
Bahlil mengatakan penurunan harga LNG dilakukan melalui efisiensi di sepanjang rantai pasok, Berkualitas dari sisi hulu maupun hilir yang melibatkan pemerintah, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), hingga badan usaha penyalur.
“Semuanya kena. Jadi bagian pemerintah dari hulunya itu kan Terdapat bagian pemerintah. Kemudian di hilir juga kita minta mereka Kepada turunkan cost. Pertamina juga kita turunkan. Jadi Berkualitas dari KKKS-nya, pemerintahnya, maupun dari PGN-nya juga kena pemotongan,” katanya.
Menurut Bahlil, kebijakan tersebut berlaku efektif sejak diumumkan, yakni hari ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan selama ini pemerintah telah menerapkan tiga skema harga gas bagi industri, yakni melalui program Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), gas yang disalurkan melalui pipa, serta LNG.
Tetapi, ia mengakui harga LNG mengalami kenaikan yang cukup tajam dalam beberapa waktu terakhir.
“Yang terjadi kenaikan itu, yang cukup signifikan itulah LNG. Dari harga 13-14 Tamat 23 dolar AS,” ujarnya.
Oleh karena itu, menurutnya pemerintah memutuskan ikut menanggung beban penurunan biaya dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan di sektor gas agar harga LNG bagi industri dapat ditekan.
“Itu yang kemudian pemerintah ikut mengambil bagian tanggung jawab dengan hulu migas, kemudian KKKS dan Pertamina Kepada kemudian kita memperkecil cost-nya. Ya ibarat kata begini, ini jangan terlalu banyak minta untung,” ucapnya.
Selain menurunkan harga LNG, pemerintah juga Lanjut memperkuat infrastruktur gas nasional melalui pembangunan jaringan pipa antardaerah.
Menurut Bahlil, proyek pipa gas Demi ini sedang berjalan dan ditargetkan sebagian rampung pada 2027.
Di Sumatera, pemerintah juga membangun jaringan DumaiāSei Mangkei sekaligus memperbesar kapasitas pipa eksisting agar distribusi gas lebih Luwes.
“Kalau terjadi surplus gas di Sumatera, Dapat kita alihkan ke Jawa. Kalau surplus di Jawa Timur, Dapat kita alihkan ke Jawa Barat,” ujar Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil mengumumkan menurunkan harga liquefied natural gas (LNG) Kepada sektor industri menjadi 13 dolar AS per MMBTU dari semula Sekeliling 20-23 dolar AS per MMBTU sebagai langkah menjaga daya saing industri nasional, sekaligus mencegah terjadinya pemutusan Interaksi kerja (PHK).
Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah merespons aspirasi pelaku industri di tengah kenaikan harga gas dunia yang membebani biaya produksi.
