Jakarta (ANTARA) – Menteri Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) bagi koperasi, organisasi kemasyarakatan, hingga perguruan tinggi, mendorong pemerintah dalam proses menyusun aturan turunan dilakukan secara lebih transparan dan akuntabel.
Bahlil menjelaskan putusan MK menegaskan bahwa pemberian prioritas kepada koperasi tetap dapat dilakukan, Tetapi Kagak melalui mekanisme penunjukan secara serta-merta.
“Di dalam keputusan MK itu dinyatakan bahwa pemberian prioritas itu tetap Eksis. Ditunjuk itu Kagak serta merta harus Eksis mekanismenya, Eksis aturannya, makanya kita akan membuatkan aturan turunannya Adalah berbentuk Permen atau Kepmen,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Menurutnya, pemerintah akan menyusun peraturan menteri (Permen) atau keputusan menteri (Kepmen) sebagai aturan pelaksana Demi memastikan proses pemberian prioritas berlangsung sesuai prinsip tata kelola yang Bagus.
“Dia Kagak membatalkan prioritas, tapi harus lebih Bagus tata kelolanya agar asas transparansi, akuntabilitas itu betul-betul dapat kita lakukan,” katanya.
Bahlil menambahkan, hanya koperasi yang memenuhi persyaratan yang dapat memperoleh prioritas mengelola tambang. Salah satu syaratnya adalah koperasi tersebut berada di daerah Letak tambang.
Terkait organisasi kemasyarakatan (ormas) yang telah memperoleh izin pengelolaan tambang, Bahlil menegaskan putusan MK Kagak berlaku surut sehingga Kagak mempengaruhi izin yang sudah berjalan.
“Enggak, enggak Eksis. Kagak berlaku surut berarti dan Kagak Eksis di dalam pasal yang diujikan enggak Eksis yang digugurkan. Semuanya Kagak Eksis, semuanya enggak Eksis yang dianulir satu pun jadi enggak Eksis masalah. Sekadar dilakukan agar lebih transparan dan akuntabel. Itu akan dibuat dalam aturan turunan ya,” Terang Bahlil.
Mahkamah Konstitusi (MK) Formal memutuskan bahwa pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) keagamaan, koperasi, hingga perguruan tinggi, Kagak boleh dilakukan melalui mekanisme penunjukan langsung.
