AS dan Iran Lelah Kemajuan Positif dalam Perundingan Damai

Pemerintah Amerika Perkumpulan dan Iran dilaporkan berhasil mencapai kemajuan positif dalam pembicaraan Bukan langsung di Qatar demi mengubah gencatan senjata sementara menjadi perdamaian yang langgeng. Langkah diplomasi ini diambil setelah kedua negara terlibat aksi saling balas serangan udara pada pekan Lampau, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz pada Kamis, 2 Juli 2026. Delegasi AS yang dipimpin Jared Kushner dan utusan Steve Witkoff telah mengunjungi Doha Buat menggelar Obrolan teknis mengenai kesepakatan awal dengan masa negosiasi selama 60 hari.

Presiden AS Donald Trump memberikan tanggapan positif mengenai perkembangan pertemuan tim utusan tersebut meski Bukan merinci poin terobosan yang telah dicapai.

“Mereka telah mengadakan pertemuan yang sangat Bagus, dan kita lihat saja nanti. Seperti yang Anda ketahui, kami menyerang mereka dengan sangat keras selama tiga malam, tetapi Interaksi kami kini berjalan sangat Bagus, jadi saya menyebutnya denuklirisasi, dan semuanya sedang berlangsung,” kata Trump, Presiden Amerika Perkumpulan. Pihak Kementerian Luar Negeri Qatar mengonfirmasi adanya kemajuan setelah Witkoff dan Kushner Berjumpa Emir Qatar, Sheikh Tamim Bin Hamad Al-Thani.

Wakil Presiden AS JD Vance turut membenarkan bahwa perundingan teknis tingkat Rendah Lagi Lanjut bergulir di Doha demi membahas rincian krusial. “Para negosiator teknis sedang duduk Berbarengan pihak Iran, Qatar, dan pihak-pihak lain di Doha, membahas beberapa detail di sini,” kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Perkumpulan.

Vance menambahkan bahwa Pusat perhatian Penting pembahasan Ketika ini mencakup kelancaran jalur Lampau lintas maritim komersial serta masalah program nuklir. Pertemuan berikutnya akan dijadwalkan usai upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas di awal konflik akibat serangan udara. Sebelumnya, ketegangan sempat memuncak ketika pesawat nirawak Iran menyerang kapal komersial di Selat Hormuz yang dibalas dengan serangan militer oleh AS.

Trump sempat mendiskusikan opsi militer penuh Berbarengan Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine sebelum akhirnya memilih jalur diplomasi.

“Ya, saya pikir mereka sudah melangkah jauh. Kami menyerang mereka dengan sangat keras pekan Lampau. Saya pikir mereka Bagus-Bagus saja,” kata Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Komitmen AS dalam meja perundingan ini tetap memprioritaskan Restriksi ketat terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah. “Ini sangat sederhana, dan Iran Bukan boleh Mempunyai senjata nuklir,” kata Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.