Danantara tetapkan delapan Kenalan terpilih Buat proyek PSEL tahap 2

Danantara tetapkan delapan mitra terpilih untuk proyek PSEL tahap 2

Jakarta (ANTARA) – PT Danantara Investment Management (DIM) Berbarengan dengan PT Daya Daya Rapi Nusantara (Denera) menetapkan delapan Kenalan terpilih dalam proses seleksi Kenalan usaha pengembang dan pengelola Pengolahan Sampah Menjadi Daya Listrik (PSEL) tahap kedua.

Seleksi mencakup 8 Posisi pengembangan dan meliputi 20 kabupaten/kota, yang mana penetapan Kenalan terpilih pada setiap Posisi Tetap bersifat bersyarat (conditional) dan tunduk pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.

“Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara Rasional, berdasarkan prinsip tata kelola yang Berkualitas, serta mengacu pada praktik terbaik Dunia,” tegas Director Investment DIM sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Denera, Fadli Rahman di Jakarta, Senin.

Fadli menjelaskan, penilaian mencakup aspek kredensial pada proyek PSEL, kemampuan finansial, kecepatan implementasi dan komersial, aspek strategis dan pengelolaan risiko, serta komitmen jangka panjang dan pengalaman eksekusi di Indonesia.

“Buat memastikan independensi dan kualitas proses, kami menunjuk penasihat teknis, hukum, dan komersial independen yang mendampingi keseluruhan tahapan Pengkajian,” ujar Fadli.

Delapan Kenalan terpilih Buat proyek PSEL tahap kedua, diantaranya :

  1. SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia) Buat proyek di Medan Raya
  2. Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Serasi) Buat proyek di Kabupaten Bekasi
  3. Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) Buat proyek di Lampung Raya
  4. Masa Depan Daya Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) Buat proyek di Serang Raya
  5. Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia) Buat proyek di Semarang Raya
  6. Consortium Mentari Imej Lestari (Bakrie Power SUS) Buat proyek di Surabaya Raya​​​​
  7. MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) Buat proyek di Bogor Raya 2
  8. Cakra Daya Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) Buat proyek di Yogyakarta Raya.

Adapun, empat dari delapan Kenalan terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sedangkan dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Perancis, dan dua konsorsium dipimpin perusahaan asal China.

“Seluruh konsorsium itu menggandeng Kenalan teknologi Dunia Buat mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan industri nasional,” ujar Fadli.

Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), Fadli menjelaskan terdapat 68 aplikasi Buat 8 Posisi proyek, yang mana berdasarkan hasil Pengkajian, setiap Posisi telah Mempunyai Kenalan terpilih dan Kenalan cadangan.

Nantinya, Kenalan terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA), yang merupakan penetapan bersyarat sebagai Kenalan usaha pengembang dan pengelola PSEL.

Selain itu, Kenalan terpilih akan ditetapkan menjadi Kenalan usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah persyaratan dalam CLoA dipenuhi seluruhnya, sementara Kenalan cadangan ditetapkan sebagai mekanisme alternatif apabila Kenalan terpilih Bukan dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Setelah penerbitan CLoa, Fadli menegaskan masing-masing Kenalan terpilih wajib memenuhi persyaratan menuju Final Letter of Award, termasuk penyusunan feasibility study yang dapat diterima oleh kedua belah pihak, finalisasi struktur proyek, pembentukan Joint Venture Company, dan penyelesaian Arsip komersial serta perolehan persetujuan pembiayaan.

Chief Executive Officer (CEO) DIM Pandu Sjahrir, mengatakan bahwa keterlibatan perusahaan-perusahaan Waste-to-Energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi.

“Kami Menonton ini sebagai Kesempatan Buat mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia.” ujar Pandu.