Direktur Penting PLN Darmawan Prasodjo. Foto: dok PLN.
Jakarta: PT PLN (Persero) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah mempercepat transformasi nasional pengolahan sampah menjadi Daya listrik (PSEL). Program ini dinilai menjadi langkah Krusial Kepada menghadirkan solusi berkelanjutan bagi lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
Direktur Penting PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pengolahan sampah menjadi Daya merupakan bagian dari transformasi pengelolaan sampah nasional. “PSEL merupakan Figur transformasi dalam pengelolaan sampah,” kata Darmawan Prasodjo dalam keterangannya di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 11 Juli 2026.
Menurut Darmawan, kolaborasi berbagai pihak diperlukan agar sampah Bukan Kembali dipandang sebagai beban, melainkan dapat diolah menjadi sumber Daya yang bermanfaat.
“Melalui kolaborasi yang kuat, sampah Bukan Kembali dipandang sebagai beban, tetapi dapat diolah menjadi sumber Daya yang memberi manfaat. PLN siap mendukung program ini dengan memastikan Daya yang dihasilkan dapat terserap secara andal ke dalam sistem kelistrikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas,” harap dia.
Adapun dukungan PLN diwujudkan melalui penandatanganan Sponsor Agreement dan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) pada agenda peresmian pembangunan PSEL Bali di Denpasar Selatan pada Rabu, 8 Juli 2026.
Kesepakatan tersebut ditandatangani PLN sebagai offtaker, PT Daya Daya Rapi Nusantara (Denera) sebagai perusahaan induk pelaksana proyek PSEL di Indonesia, serta PT Weiming Nusantara Bali New Energy sebagai Badan Usaha Pengembang dan Pengelola (BUPP) PSEL Bali.
Olah sampah hingga 1.650 ton/hari
Fasilitas PSEL Bali sendiri dirancang Bisa mengolah sampah 1.200-1.650 ton per hari dengan potensi pembangkitan listrik mencapai 30 megawatt (MW). Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan PSEL di 11 Posisi yang ditargetkan dapat mengolah 14.928 ton sampah per hari dengan potensi kapasitas pembangkit sebesar 310,3 MW.
PLN menegaskan siap memastikan Daya yang dihasilkan dari fasilitas PSEL dapat terintegrasi ke dalam sistem kelistrikan nasional agar manfaatnya dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan pembangunan PSEL menjadi langkah Krusial dalam memperkuat pengelolaan sampah nasional. Komitmen pemerintah diperkuat melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah melalui Pengolahan Sampah menjadi Daya Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
“Saya menyampaikan terima kasih kepada Danantara Indonesia, pemerintah daerah, PLN, dan seluruh pihak yang bekerja Serempak mewujudkan dimulainya pembangunan PSEL Bali,” kata Zulkifli.
Zulkifli menilai penyederhanaan regulasi menjadi salah satu Elemen yang mempercepat penanganan persoalan sampah. “Dengan aturan yang lebih Terang, kerja sama yang kuat, dan tata kelola yang Bagus, saya Percaya pengelolaan sampah dapat kita percepat Kepada memberi manfaat Konkret bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar dia.

(Ilustrasi tumpukan sampah yang siap diolah menjadi Daya listrik. Foto: dok Istimewa)
PSEL tindak lanjut arahan Presiden
Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan pembangunan PSEL merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto Kepada mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.
“Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, masalah sampah adalah tantangan kita Serempak yang harus diselesaikan secepat mungkin, sehingga Bukan menjadi beban bagi generasi mendatang. PSEL hadir Kepada mengatasi Pengaruh sampah terhadap lingkungan hidup, kesehatan, dan keselamatan dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti,” kata Rosan.
Ia menambahkan Penyelenggaraan proyek dilakukan secara Segera dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang Bagus.
Sementara bagi Provinsi Bali, pembangunan PSEL dinilai strategis Kepada memperkuat kualitas lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata yang menjadi salah satu penggerak Penting perekonomian daerah.
Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan proyek tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan Gambaran pariwisata Bali. “Kalau ini selesai, bukan saja ekosistem lingkungan yang akan bagus, sehat Kepada kehidupan masyarakat, tetapi Gambaran pariwisata Bali akan meningkat,” Terang dia.
