Amerika Perkumpulan Kirim Kapal Perang Donasi Gempa Venezuela

Pemerintah Amerika Perkumpulan mengerahkan armada kapal perang dan pesawat angkut Buat membantu penanganan pascabencana gempa bumi di Venezuela. Dikutip dari Detikcom, Washington juga memberikan Anggaran Donasi kemanusiaan fantastis sebesar US$ 150 juta atau Sekeliling Rp 2,6 triliun. Langkah tanggap darurat ini diambil setelah Kawasan pesisir Karibia di Venezuela diguncang dua gempa bumi dahsyat secara berturut-turut.

Gempa kembar dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 tersebut menyebabkan kerusakan masif pada infrastruktur dan bangunan setempat. Berdasarkan data Formal otoritas Caracas, bencana alam ini mengakibatkan sedikitnya 235 orang meninggal dunia dan lebih dari 1.500 jiwa luka-luka. Selain itu, petugas memperkirakan Lagi Terdapat Sekeliling 200 korban yang terjebak di Rendah reruntuhan.

Komando Selatan militer Amerika Perkumpulan mengonfirmasi pengiriman unit militer Buat mendukung misi pencarian dan penyelamatan. Armada yang dikirim meliputi kapal angkut amfibi USS Fort Lauderdale, kapal tempur USS Billings, serta pesawat C-17 Globemaster dan C-130 Hercules.

Departemen Luar Negeri Amerika Perkumpulan merinci alokasi Donasi finansial tersebut secara terpisah. Anggaran sebesar US$ 50 juta disalurkan langsung kepada Grup Donasi lokal, sedangkan US$ 100 juta lainnya diserahkan melalui Anggaran kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Donasi Anggaran ini akan disalurkan melalui berbagai organisasi kemanusiaan Global yang kredibel. Lembaga yang terlibat meliputi World Vision, Samaritan’s Purse, Catholic Relief Services, International Medical Corps, International Organization for Migration, serta World Food Program.

Selain dukungan logistik dan Anggaran, Washington mengutus Tim Respons Donasi Bencana beserta satuan pencari spesialis perkotaan. Tim penyelamat Tertentu tersebut didatangkan dari kawasan Fairfax County di Virginia dan Los Angeles County di California. “Kami menerapkan respons yang melibatkan seluruh jajaran pemerintah. Respons ini akan berskala besar, Segera, dan efektif,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio di sela-sela kunjungannya ke Bahrain.

Marco Rubio menambahkan bahwa pihak militer Amerika Perkumpulan memegang peran logistik yang sangat vital selama operasi kemanusiaan ini berjalan. Begitu ini, Washington Maju berkoordinasi dengan otoritas Caracas serta sektor swasta terkait demi kelancaran distribusi Donasi. Interaksi diplomatik antara kedua negara tersebut dilaporkan mulai membaik selama beberapa bulan terakhir. Momentum pemulihan Interaksi ini terjadi pasca-penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro oleh militer Amerika Perkumpulan pada bulan Januari Lampau.