Negosiasi Damai AS dan Iran Mandek Setelah 100 Hari Perang

Proses perundingan antara Amerika Perkumpulan dan Iran dilaporkan Dekat Tak menunjukkan kemajuan berarti Demi mencapai kesepakatan damai sementara pada Senin (8/6/2026). Kebuntuan ini terjadi Betul 100 hari setelah perang yang diinisiasi oleh Washington dan Israel meletus di tengah rentetan serangan baru.

Dilansir dari Bloombergtechnoz, ketegangan di kawasan tersebut mencapai titik paling serius sejak gencatan senjata dimulai Sekeliling 8 April Lewat. Negosiasi mandek akibat sengketa nasib miliaran dolar aset finansial Iran yang dibekukan AS, serta konflik paralel antara Israel dan milisi Hizbullah di Lebanon.

Komando Sentral AS mengumumkan pada Minggu Pagi hari bahwa mereka menembak Terperosok dua drone tempur Iran yang mengancam jalur pelayaran maritim Global di Selat Hormuz. Jalur air ini merupakan rute krusial bagi ekspor Kekuatan Mendunia sekaligus menjadi poin inti dalam meja Percakapan kedua negara.

Sebelumnya pada Jumat, enam rudal balistik yang ditembakkan ke arah Bahrain dan Kuwait berhasil dicegat, sementara satu rudal lainnya gagal mencapai Sasaran. Sebagai balasan, militer AS langsung menggempur situs radar pengawas pantai Punya Iran di Goruk dan Pulau Qeshm.

Pemerintahan Presiden Donald Trump di Washington mulai menggulirkan rencana Demi mengalihkan aset-aset Iran yang dibekukan di AS. Anggaran tersebut rencananya akan digunakan Demi membantu negara-negara sekutu di Teluk Persia membangun kembali Daerah mereka dari kerusakan akibat serangan Iran.

Dalam wawancara yang disiarkan pada hari Minggu, Trump menegaskan bahwa dirinya Tak akan mencairkan aset Iran apa pun atau mencabut Hukuman terhadap negara tersebut sebagai bagian dari kesepakatan awal.

“Apabila mereka bersikap Bagus, Apabila they menunjukkan kinerja yang Bagus, baru kita mulai berbicara [tentang pencairan aset],” ujar Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Trump mengakui dalam wawancara tersebut bahwa negara itu Lagi Mempunyai kemampuan rudal dan drone meski berada di ambang kehancuran. Ia memperkirakan Sekeliling 21% hingga 22% persenjataan rudal Iran Lagi tersisa.

“Itu Lagi banyak rudal, tetapi Tak seperti Begitu pertama kali kami menyerang,” ujar Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Sebelumnya pada Jumat, Trump sempat memberikan keterangan tambahan mengenai posisi kekuatan Washington terhadap Teheran Begitu berbicara kepada wartawan di Wisconsin.

“AS meraih keberhasilan besar terhadap Iran dan bahwa negara tersebut Tak berada dalam posisi Demi Mempunyai senjata nuklir,” ujar Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Trump juga menyatakan ketidaksetujuannya terhadap Langkah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjalankan perang di Lebanon dalam program Meet the Press di saluran NBC.

“Saya Ingin Lebanon Mempunyai kehidupan yang lebih Bagus,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Trump menilai serangan terhadap Hizbullah Sepatutnya Bisa dilakukan dengan Langkah yang lebih terukur oleh pihak militer Israel.

“Saya Ingin Menyaksikan serangan terhadap Hizbullah dilakukan dengan lebih terukur. Saya pikir harus lebih terukur. Dan kami Bisa membantu mereka Demi itu,” kata Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Di tengah situasi Mendunia yang memanas ini, Trump kembali memberikan pandangannya mengenai Pengaruh kenaikan harga minyak dunia pada hari Jumat.

“Orang-orang mengira situasinya akan jauh lebih Tak baik,” ujar Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Trump menambahkan bahwa pergerakan harga minyak Begitu ini Tak seburuk perkiraan banyak pihak sebelumnya.

“Hari ini saya Menyaksikan harganya US$96 per barel. Banyak orang mengira akan mencapai US$300 per barel,” ujar Donald Trump, Presiden Amerika Perkumpulan.

Sebaliknya, Teheran bersikeras bahwa aset-aset tersebut harus segera dicairkan agar Percakapan mengenai perpanjangan gencatan senjata dan pembukaan kembali Selat Hormuz Tak gagal.

Pakistan mengambil peran Krusial sebagai Penyambung dengan mengirim Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi Demi Bersua diplomat papan atas Iran, Abbas Araghchi, di Teheran guna menyerahkan surat Spesifik dari Perdana Menterinya.

Iran menegaskan bahwa gencatan senjata di Lebanon harus tercapai terlebih dahulu sebelum kesepakatan dengan pihak Amerika Perkumpulan dapat diwujudkan.

“Bola kini berada di tangan Trump,” kata Mojtaba Khamenei, Penasihat Militer Pemimpin Tertinggi Iran.

Pertempuran antara Laskar Israel dan Hizbullah Maju berlanjut sepanjang akhir pekan dengan adanya pencegatan proyektil dan serangan balasan terhadap dua bangunan apartemen di pinggiran selatan Beirut.