Amerika Perkumpulan dan Iran Saling Balas Serangan di Selat Hormuz

Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah militer Amerika Perkumpulan dan Iran terlibat aksi saling balas serangan di kawasan strategis Selat Hormuz pada Kamis (28/5/2026) pagi waktu setempat. Insiden bersenjata ini terjadi di tengah kondisi gencatan senjata yang Renyah antara kedua belah pihak, seperti dilansir dari Detikcom.

Laskar militer Amerika Perkumpulan meluncurkan serangan baru yang menargetkan sejumlah Posisi di Sekeliling Selat Hormuz serta Area Bandar Abbas. Pihak Amerika Perkumpulan mengklaim bahwa tindakan tersebut terpaksa dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri demi melindungi Laskar mereka dari ancaman komersial.

Dalam operasi udara tersebut, jet tempur Amerika Perkumpulan menembak Anjlok empat unit pesawat tanpa awak atau drone Punya Iran. Selain itu, mereka juga menyerang stasiun kendali darat yang dilaporkan sedang bersiap Demi meluncurkan drone kelima ke Area konflik.

Komando Pusat Amerika Perkumpulan memberikan penjelasan Formal mengenai operasi militer defensif yang mereka lakukan di Area selatan Iran tersebut.

“terukur, murni defensif, dan dimaksudkan Demi mempertahankan gencatan senjata” kata Komando Pusat Amerika Perkumpulan.

Pihak militer Amerika Perkumpulan menambahkan bahwa serangan serupa juga telah dilakukan pada awal pekan Demi menghancurkan Posisi rudal. Langkah ini diambil guna mengamankan ribuan kapal tanker komersial yang tertahan akibat konflik berkepanjangan selama tiga bulan terakhir.

“Demi melindungi Laskar kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh Laskar Iran” kata Komando Pusat Amerika Perkumpulan.

Pemerintah Iran langsung merespons keras aksi militer tersebut dan menilai tindakan Amerika Perkumpulan telah mencederai kesepakatan damai yang sedang diupayakan kedua negara.

“pelanggaran serius terhadap gencatan senjata” kecam Iran.

Pihak Teheran juga menegaskan komitmen mereka Demi memberikan balasan setimpal terhadap setiap bentuk Serangan asing di Area kedaulatan mereka.

“Enggak akan membiarkan satu pun tindakan permusuhan tanpa balasan.” janji Iran.

Sebagai bentuk perlawanan, militer Iran dilaporkan melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal-kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz tanpa izin. Media pemerintah Iran menyatakan Eksis empat kapal yang mencoba memasuki Teluk Persia tanpa koordinasi keamanan.

“Empat kapal mencoba melewati Selat Hormuz dan memasuki Teluk Persia tanpa berkoordinasi dengan Laskar keamanan yang bertanggung jawab atas selat tersebut,” lapor media pemerintah Iran.

Petugas keamanan di jalur laut tersebut mengklaim telah memberikan peringatan awal sebelum akhirnya melepaskan tembakan ke arah kapal-kapal asing itu.

“Mereka telah diperingatkan, dan setelah mengabaikan peringatan tersebut, tembakan peringatan dilepaskan ke arah mereka, memaksa mereka Demi berbalik arah,” tulis laporan media pemerintah Iran.

Sementara itu, Kantor Informasi Tasnim melaporkan bahwa Angkatan Laju IRGC mengusir kapal tanker minyak Punya Amerika Perkumpulan. Mereka menyebut serangan bom Amerika Perkumpulan di Bandar Abbas merupakan respons kepanikan atas pengusiran kapal tanker tersebut.

Konflik ini semakin memanas setelah Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump melontarkan ancaman militer kepada negara Oman terkait wacana pengawasan Serempak di Selat Hormuz.

“Apakah Anda akan menerima kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman Demi mengendalikan selat tersebut?” tanya seorang reporter.

Presiden Donald Trump langsung menegaskan bahwa Area Selat Hormuz merupakan perairan Dunia yang Enggak boleh dikuasai secara sepihak oleh negara mana pun.

“Enggak Eksis yang akan mengendalikannya. Itu perairan Dunia, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus meledakkan mereka,” ujar Presiden Amerika Perkumpulan Donald Trump.

Merespons ancaman tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei langsung menyatakan solidaritas negaranya Demi Oman sekaligus mengutuk Serangan militer Amerika Perkumpulan di Bandar Abbas.