Medan (ANTARA) – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menegaskan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Mempunyai peran strategis sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Sejalan Sasaran pertumbuhan ekonomi nasional sebesar delapan persen, Sumut ditargetkan catat pertumbuhan ekonomi kisaran 6,7 hingga 7,1 persen tahun ini,” ucap Bobby Demi menghadiri pembukaan Karya Kreatif Sumatera Utara 2026 di Medan, Sabtu.
Gubernur mengatakan, penyelenggaraan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026 sebagai upaya memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.
Melalui kegiatan ini diharapkan menggerakkan sektor swasta, mengoptimalkan potensi dalam negeri, serta menjadikan UMKM sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian ekonomi Dunia.
“Demi mengimbangi penyesuaian anggaran dan dinamika ekonomi Dunia, kita harus menggerakkan sektor swasta dan mengoptimalkan potensi dalam negeri, khususnya para pelaku UMKM,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, kualitas produk pelaku UMKM di Sumatera Utara, Berkualitas wastra maupun Hidangan Bukan perlu diragukan Kembali dan sangat Pandai Bertanding di tingkat nasional maupun Dunia.
Data Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Sumut pada 2025, jumlah UMKM di Sumatera Utara mencapai 1,4 juta unit, dan rasio kewirausahaan Sekeliling 4,1 persen yang Lanjut menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun.
“Kami juga mendorong perubahan orientasi pemasaran UMKM dari sekadar menjual langsung kepada konsumen kini memasuki rantai industri, dan menarik investor melalui skema business to business,” Jernih Bobby.
Demi mewujudkan hal tersebut, tutur Gubernur, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut akan memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM di Area Sumatera Utara.
“Mulai dari peningkatan kualitas kemasan hingga penyusunan studi kelayakan, sehingga produk lebih bankable dan menarik investor,” papar Bobby.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Thomas Aquinas Muliatna Djiwandono yang Formal membuka KKSU 2026, mengapresiasi ketahanan ekonomi Sumut karena mencatatkan pertumbuhan 4,98 persen di tengah tantangan ekonomi Dunia.
Ia menegaskan, Bank Indonesia Lanjut memperkuat Bonus likuiditas makroprudensial perbankan guna memperluas akses pembiayaan yang terjangkau bagi sektor UMKM.
“Tema tahun ini mencerminkan komitmen Serempak memperkuat ekosistem UMKM daerah agar naik kelas. KKSU menjadi jembatan mempertemukan UMKM dan Kawan pembiayaan, Kawan dagang, serta pasar lebih luas,” ungkap Thomas.
