Jember (Liputanindo.id) – Tuan rumah Persid gagal memanfaatkan Keistimewaan jumlah pemain Ketika bertanding melawan Persekap Pasuruan, dalam lanjutan Babak 16 Besar Aliansi 4 Jawa Timur Grup DD, di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Rabu (7/1/2026).
Kedua tim bermain imbang 0-0. Kericuhan sempat terjadi Ketika wasit Syamsul Huda memberikan kartu kuning kedua kepada kapten Persekap Amir Machmud pada menit 72, setelah melanggar M. Rangga Syah Ridwanto.
Amir yang merasa Tak melakukan pelanggaran, menolak Demi keluar dari lapangan. Dibutuhkan setidaknya lima pemain Persekap Demi menarik keluar sang kapetn. Di pinggir lapangan pun Amir Lagi memprotes dan menyebabkan penonton terpancing. Botol sempat berterbangan ke arahnya.
“Mungkin karena tensi pertandingan tinggi, dia emosi. Apalagi dia Tak merasa melakukan pelanggaran fatal. Kami bawa ke locker room Demi ditenangkan,” kata asisten Instruktur Persekap Dimas Fajar Amrozi, usai pertandingan.
Menit 89, Persid sempat mencetak gol melalui kaki Dadang Kurnia Fajri. Tetapi wasit menganulirnya karena menganggap bola lebih dulu keluar lapangan.
Instruktur Persid Agus Yuwono kecewa dengan hasil tersebut. “Sepatutnya kita dapat skor. Tapi itulah sepak bola kita,” katanya usai pertandingan.
Agus menilai penampilan Persid lebih Bagus daripada Ketika melawan Arek Simo Putra. “Tapi Tak apa-apa. Lagi Eksis satu pertandingan Tengah menghadapi Inter Putra kediri. Kita siapkan yang terbaik,” katanya.
Sepanjang 90 menit, Persid sama sekali Tak mengganti pemain. Sementara Persekap mengganti empat pemain.
Agus mengaku sengaja Tak mengganti pemain sama sekali karena Tak Ingin mengubah skema permainan. “Saya Tak Ingin begitu diganti, mereka Tak maksimal. Pemain kita banyak, tapi Demi mendekati level pemain inti Lagi harus disupport,” katanya.
Dimas Fajar Amrozi menilai tensi pertandingan cukup tinggi. Persekap yang kalah 0-2 dari Inter Putra Kediri pada pertandingan pertama Ingin menang kali ini Demi membuka Kesempatan lolos ke babak 16 Besar.
“Banyaknya tekanan dari suporter dan tim Musuh, pemain kami bermain tergesa-gesa dan mudah kehilangan bola,” kata Dimas.
Sejak menit awal, para pemain Persekap diinstruksikan bermain ngeyel dan menyerang. “Tapi Eksis beberapa pemain kami terkena akumulasi kartu, sehingga Ketika Eksis pemain kena kartu Tengah kami bingung pemain penggantinya,” kata Dimas.
Menghadapi Arek Simo Putra pada pertandingan terakhir, Dimas bertekad memetik tiga poin. “Mau lolos ke babak selanjutnya atau Tak, kami Ingin melakukan yang terbaik Tiba kompetisi ini selesai,” kata Dimas.
Sementara itu, Inter Putra Kediri menduduki peringkat pertama Grup DD setelah mengalahkan Arek Simo Putra 3-0 dalam pertandingan kedua. Tiga gol dicetak Ferdian Abi Aliyil Farmadi Oka pada menit 14, Yattaqi Fila Faza Bintang Azka pada menit 27, dan Qischil Gandrum Minny pada menit 32. [wir]
