Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Jakarta: Nilai Ubah (kurs) rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa sore, menguat 15 poin atau 0,08 persen menjadi Rp17.980 per USD dari sebelumnya Rp17.995 per USD.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat di level Rp17.988 per USD dari sebelumnya Rp17.999 per USD.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipicu data cadangan devisa (cadev) yang meningkat.
“Rupiah menguat merespons data cadev yang naik Buat pertama kali dalam enam bulan,” ucap dia, dilansir Antara, Selasa, 6 Juli 2026.

Ilustrasi. Foto: dok MI.
Cadangan devisa naik pada akhir Juni 2026
Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadev Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai USD145,6 miliar, naik tipis sebesar USD700 juta dari posisi akhir Mei 2026 yang sebesar USD144,9 miliar. Perkembangan posisi cadangan devisa pada Juni 2026 terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa.
Di sisi lain, perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai Ubah rupiah oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan Dunia.
Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan Global Sekeliling tiga bulan impor.
“Tetapi, investor cenderung Lagi cenderung wait and see mengantisipasi beberapa data ekonomi domestik ke depan (Rabu dan Kamis) Adalah penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen. Indeks dolar AS sendiri terpantau range-bound, dengan investor wait and see menantikan risalah pertemuan FOMC (Federal Open Market Committee) besok,” ungkap Lukman.
