Pemkab Bojonegoro Gelar Pembinaan HIPPAM, Langkah Strategis Mitigasi Akibat Kekeringan

Foto BeritaJatim.com

Bojonegoro (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melakukan langkah preventif menghadapi musim kemarau.

Salah satunya melalui Pembinaan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan Mitigasi Akibat Kekeringan. Kegiatan ini digelar Rabu (6/5/2026) di Ruang Angling Dharma, gedung Pemkab Bojonegoro.

Kegiatan ini dihadiri oleh para Camat, Kepala Desa, 73 Pengurus HIPPAM dari 20 kecamatan, Direktur PDAM, serta tamu undangan terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menekankan akses terhadap air Rapi merupakan prioritas Istimewa pemerintah. Mengingat prediksi cuaca 2026 adanya fenomena El Nino, Bojonegoro bersiap menghadapi potensi kemarau panjang.

Lebih lanjut, 73 desa ini sebagai prediksi potensi Area kekeringan yang menjadi prioritas. Pemetaan pembangunan HIPPAM diperlukan mulai dari jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Masalah air adalah masalah vital. Musim kemarau diprediksi mulai masuk Mei, dan puncaknya diperkirakan terjadi secara ekstrem pada Agustus hingga September mendatang,” ujar Nurul Azizah.

Berdasarkan data dari Dinas Pekerjaan Lumrah (PU) Cipta Karya, terdapat 73 desa di 20 kecamatan yang masuk dalam peta rawan kekeringan.

Oleh karena itu, Pemkab Bojonegoro mulai melakukan penyisiran mendalam Buat memetakan kebutuhan teknis serta jadwal operasional distribusi air di Area terdampak. Utamanya bersinergi dengan BPBD Kabupaten Bojonegoro.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro Satito Hadi menjelaskan, ketersediaan air Rapi adalah kebutuhan dasar yang Kagak Dapat ditunda. la menilai peran pengelola HIPPAM sangat krusial sebagai garda terdepan pemenuhan air Rapi di tingkat desa.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelembagaan HIPPAM, terutama dalam manajemen mitigasi kekeringan. Dari 73 pengelola HIPPAM yang hadir hari ini, kami sisir satu per satu mulai kendala hingga kesiapannya agar masyarakat Kagak kesulitan air Demi kemarau nanti,” tegas Satito.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, desa dan pengelola HIPPAM, diharapkan Akibat kekeringan tahun ini dapat diminimalisir secara efektif dan berkelanjutan.(lim/ted)