Total anggaran stimulus di kuartal pertama sebesar Rp70 triliun dan di kuartal kedua sebesar Rp26,34 triliun
Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Ekonomi) Airlangga Hartarto mengatakan Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin, membahas berbagai capaian pemerintahan menjelang dua tahun masa kerja, mulai dari kinerja ekonomi, hingga investasi.
Airlangga mengatakan Presiden Prabowo meminta capaian-capaian pemerintah disampaikan kepada masyarakat sebagai bentuk akuntabilitas menjelang dua tahun pemerintahan pada Oktober mendatang.
“Tadi Presiden menyampaikan hasil yang dicapai oleh pemerintah Presiden, Pak Prabowo, yang Dekat dua tahun di bulan Oktober nanti. Tetapi Eksis capaian-capaian yang perlu disampaikan ke masyarakat,” kata Airlangga.
Di bidang makroekonomi, Airlangga menyebut pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada kuartal I mencapai 5,61 persen dengan proyeksi pertumbuhan tetap berada di kisaran tersebut berdasarkan laporan sementara APBN. Sementara itu, inflasi diperkirakan tetap terjaga pada Sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.
Kepada menjaga konsumsi domestik, pemerintah telah menggelontorkan berbagai stimulus, antara lain diskon transportasi, Donasi pangan, tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN), TNI, Polri, Donasi hari raya bagi pengemudi ojek daring, Insentif perpajakan, pembebasan bea masuk impor LPG, hingga dukungan bagi program magang dan vokasi.
“Total anggaran stimulus di kuartal pertama sebesar Rp70 triliun dan di kuartal kedua sebesar Rp26,34 triliun,” ujarnya.
Dari sisi investasi, Airlangga menyampaikan realisasi investasi pada triwulan II mencapai Rp511,8 triliun atau Sekeliling 25 persen dari Sasaran tahunan Rp2.000 triliun.
Secara kumulatif pada semester pertama, realisasi investasi telah mencapai Rp1.001 triliun atau Sekeliling 49 persen dari Sasaran.
Ia menjelaskan kontribusi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) relatif berimbang, masing-masing sebesar Rp257,7 triliun dan Rp254,1 triliun.
Pada sektor Daya, Airlangga mengatakan pemerintah telah menjalankan program biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada Daya dan transisi Daya nasional. Selain itu, rasio elektrifikasi nasional pada kuartal I telah mencapai Sekeliling 99 persen.
Pemerintah juga Lalu mengoptimalkan penerimaan negara melalui kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) serta penguatan tata kelola sumber daya alam melalui Danantara Sumber Daya Indonesia.
Menurut Airlangga, kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari lembaga pemeringkat Dunia Standard & Poor’s (S&P) karena dinilai meningkatkan transparansi dan mencegah praktik seperti transfer pricing maupun under invoicing.
Di sektor pembiayaan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp149,38 triliun. Pemerintah juga menyalurkan kredit Kepada alat dan mesin pertanian, industri padat karya, serta meningkatkan plafon kredit perumahan menjadi Rp50 triliun karena realisasinya telah mendekati 56 persen.
Airlangga juga melaporkan perkembangan ekosistem bullion nasional yang diluncurkan tahun Lampau. Hingga kini, volume emas yang dikelola telah mencapai 153 ton dengan nilai mendekati 20 miliar dolar AS.
Sementara itu, realisasi investasi di Kawasan Ekonomi Spesifik (KEK) mencapai Rp353,3 triliun pada kuartal pertama 2026 dan telah menciptakan 266.688 lapangan kerja.
Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah mulai menjalankan program magang bagi 150.000 peserta pada Juli 2026 dan program vokasi Kepada 220.000 peserta. Airlangga menyebut Sekeliling 60 persen peserta magang langsung terserap ke dunia kerja.
Selain capaian ekonomi, Airlangga juga melaporkan kepada Presiden Prabowo bahwa Indonesia Formal menjadi salah satu founding member World AI Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama Dunia di bidang kecerdasan buatan yang berada dalam kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Menurutnya, status tersebut akan memberi ruang bagi Indonesia Kepada berperan dalam penyusunan kebijakan Mendunia mengenai kecerdasan buatan.
