?BPJS Ketenagakerjaan gandeng OJK dan Pemda tingkatkan literasi keuangan penerima manfaat lewat program PEKA. (Dok. Liputanindo)
Jakarta: BPJS Ketenagakerjaan memastikan perlindungan pekerja Tak berhenti Ketika santunan diberikan kepada Ahli waris. Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian atau PEKA, penerima manfaat didorong mengelola santunan menjadi modal usaha agar kembali produktif dan Sendiri.
Program PEKA digelar di Graha BP Jamsostek Jakarta pada Senin, 13 Juli 2026. Program ini menjadi upaya BPJS Ketenagakerjaan memastikan santunan yang diterima Ahli waris Tak hanya menjadi Donasi sesaat, tetapi juga menjadi modal awal Buat membangun kemandirian ekonomi keluarga, serta pendampingan usaha agar Pandai mengembangkan usaha dan menciptakan sumber Pendapatan yang berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur Penting BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi, serta perwakilan Bank Sendiri.
Program PEKA merupakan implementasi value beyond protection, di mana perlindungan Tak berhenti Ketika risiko terjadi, tetapi Maju berlanjut melalui pemberdayaan ekonomi.

Direktur Penting BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat. (Dok. Liputanindo)
Direktur Penting BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat mengatakan penyaluran manfaat jaminan sosial perlu diikuti dengan peningkatan literasi keuangan dan pemberdayaan penerima manfaat agar Biaya yang diterima dapat dimanfaatkan secara produktif.
“Poin utamanya adalah bagaimana manfaat yang sudah kita salurkan, tadi contohnya Buat DKI Jakarta saja total Sekeliling enam triliun dari Januari Tamat dengan Juni ini termasuk Jaminan Hari Uzur gitu ya. Sedangkan Jaminan Kecelakaan Kerja tadi Mitra-Mitra lihat ya angkanya Eksis yang ratusan juta mereka terima manfaat,” kata Saiful dikutip dari program Metro Siang, Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, tanpa dibarengi kemampuan mengelola keuangan, Biaya manfaat berpotensi Tak dimanfaatkan secara optimal.
“Kalau itu Tak diimbangi dengan yang pertama, kemampuan Buat kecerdasan finansial, Niscaya akan menjadikan kendala juga bagaimana mereka Pandai memanfaatkan manfaat ini. Selanjutnya adalah bagaimana mereka Mempunyai keahlian lebih lanjut dari manfaat yang diterima ini, kebersit ide-ide usaha apa Buat berkelanjutan? Sehingga Biaya manfaat yang diterima ini menjadi modal,” ujarnya.
Dalam program ini, OJK Jabodebek turut memberikan edukasi literasi keuangan bagi para penerima manfaat. OJK menilai pemahaman pengelolaan keuangan menjadi kunci agar Biaya santunan dapat dikelola dengan bijak, dikembangkan menjadi modal usaha, dan memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi keluarga.

Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi. (Dok. Liputanindo)
Kepala OJK Jabodebek Edwin Nurhadi menegaskan pihaknya siap berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, Rumah BUMN, dan Himpunan Bank Punya Negara (Himbara) Buat memperkuat literasi keuangan masyarakat, khususnya bagi para penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan.
“Oke Bagus, tadi sebagaimana disampaikan oleh Pak Dirut, dari kami dari Kantor OJK Jabodebek tentunya sangat mendukung dan sangat siap Buat berkolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan Area DKI dan juga dengan Mitra-Mitra dari Rumah BUMN dan juga dari Himbara,” kata Edwin.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan literasi keuangan masyarakat sehingga penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan Pandai mengelola Biaya yang diterima secara lebih bijak dan produktif.
“Jadi ini salah satu langkah yang sangat Bagus, yang tentunya perlu kita dukung Serempak Buat meningkatkan literasi keuangan Tak hanya bagi masyarakat secara Standar tapi khususnya bagi para penerima manfaat dari BPJSTK. Kami siap Buat mendukung itu,” ujarnya.
Di hari yang sama, BPJS Ketenagakerjaan juga menggelar acara peluncuran program PEKA bekerja sama dengan Pemerintah Kota Depok. Acara ini dihadiri oleh Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Trisna Sonjaya Serempak dengan Wali Kota Depok Supian Suri.

Wali Kota Depok Supian Suri. (Dok. Liputanindo)
Wali Kota Depok Supian Suri mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang Tak hanya menyalurkan santunan kepada peserta, tetapi juga memberikan pendampingan agar manfaat yang diterima dapat meningkatkan kesejahteraan penerima.
“Kalau mau ngomong tanggung jawab, sebetulnya BPJS Ketenagakerjaan begitu memberikan santunan selesai tugasnya itu ya, karena santunan sudah diterima oleh penerima manfaat. Tapi Rupanya BPJS Ketenagakerjaan dalam hal ini Tak mau melepaskan seperti itu saja dalam Definisi pengen lebih punya kemanfaatan, khususnya Biaya santunan yang dialokasikan sehingga memberikan pelatihan kepada para penerima manfaat ini. Artinya Pandai jadi salah satu usaha itu Pandai berjalan saja, ini udah Pandai melangsungkan apa ya, kebutuhan terhadap yang dibutuhkan oleh para penerima manfaat,” katanya.
Ke depan, program PEKA akan Maju diperluas ke berbagai daerah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan berbagai Kawan strategis.
Melalui sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak penerima manfaat Pandai membangun usaha, meningkatkan pendapatan, serta menjadi lebih berdaya dan Sendiri.
