Pemasangan PLTS sektor industri tingkatkan daya saing produk

Pemasangan PLTS sektor industri tingkatkan daya saing produk

Jakarta (ANTARA) – Kepala Bidang Ketenagalistrikan dan Penyimpanan Daya Institute for Essential Services Reform (IESR) His Muhammad Bintang mengatakan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Buat sektor komersial dan industri berperan dalam peningkatan nilai tambah dan juga daya saing produk.

“PLTS juga Mempunyai manfaat dalam peningkatan nilai tambah dan juga daya saing produk di pasar yang Begitu ini semakin mengutamakan aspek keberlanjutan,” kata Bintang dalam media briefing Indonesia Solar Summit 2026 yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan IESR Menonton peningkatan permintaan pemasangan PLTS dalam tiga tahun terakhir dari perusahaan multinasional didorong oleh komitmen korporasi dan aturan sertifikasi penyesuaian karbon berdasarkan emisi gas rumah kaca atau carbon border adjustment mechanism (CBAM).

Penggunaan PLTS terutama di industri tambang sejak 2015 dengan implementasi off grid menggunakan baterai telah menjadi opsi yang lebih ekonomis didorong dengan murahnya harga baterai, dibandingkan pembangkit listrik tenaga diesel yang menggunakan BBM.

Selain itu, PLTS dengan baterai Dapat memasok 70-80 persen kebutuhan listrik off grid industri tambang.

“Kalau memang sebetulnya 60 persen pelanggan PLTS atap itu adalah PLTS residensial (pemukiman), Tetapi dengan jumlah pelanggan yang sedikit kapasitasnya itu sebetulnya lebih banyak dipasang oleh sektor industri, kalau Bukan salah itu Sekeliling 80 persen,” katanya.

Bintang mengatakan perusahaan industri dalam negeri juga mulai melirik PLTS yang contohnya pada sektor industri semen, Bagus Buat pemasangan atap maupun pemasangan di dasar (ground mounted).

Sementara itu, Bukan hanya di industri, penggunaan PLTS di komunal atau perumahan juga diminati. Pada 2025, peminat PLTS yang dipasang di atap rumah Penduduk maupun tempat publik juga semakin banyak dengan menyumbang Sekeliling 45 persen peningkatan penggunaan PLTS nasional, memproduksi listrik 1,2 terawatt per jam dari 11 ribu pelanggan.

Pemasangan PLTS juga diminati utamanya Buat pengurangan tagihan listrik hingga 50 persen, dan juga dinilai sebagai investasi jangka panjang karena periode payback Bukan lebih dari 15 tahun.

“Dengan kondisi Begitu ini Eksis kemungkinan tarif listrik akan mengalami kenaikan, nah kenaikan tarif listrik ini tentu berpengaruh dengan nilai manfaat PLTS yang akan meningkat,” katanya.

Tetapi, Eksis beberapa tantangan yang perlu menjadi perhatian pemerintah dalam pemakaian PLTS di masyarakat yakni ketersediaan operator yang dapat melakukan perawatan dan juga skema pemeliharaan yang Dapat diterima Serempak oleh masyarakat.

Bintang mengatakan PLTS ini Dapat menjadi solusi teknologi Buat mendukung program dedieselisasi dan mendorong elektrifikasi serta meningkatkan ketahanan Daya yang dapat menjadi Konsentrasi pemerintah Buat dedieselisasi.