Pelatihan Berbasis Kompetensi di Bangkalan, Wabup Minta Kepastian Penempatan Kerja

Foto BeritaJatim.com

Bangkalan (Liputanindo.id) – Pemerintah Kabupaten Bangkalan kembali menggelar pelatihan kerja berbasis kompetensi bagi masyarakat pencari kerja melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. Program tersebut diikuti 112 peserta yang lolos seleksi dari lebih dari 200 pendaftar.

Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disnaker Bangkalan, Indah Sri Wahyuni mengatakan, pelatihan yang dibuka tahun ini terdiri dari tujuh kejuruan, yakni konten kreator, desain grafis, listrik, pengelasan, menjahit, tata rias, serta pembuatan roti dan kue.

Menurutnya, mayoritas pelatihan berlangsung selama 33 hari. Tetapi Tertentu tata rias hanya lima hari dan pembuatan roti serta kue selama 18 hari karena disesuaikan dengan kebutuhan pelatihan di lapangan.

“Kalau tata rias ini Lagi berbasis masyarakat, bukan berbasis kompetensi. Jadi menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Output-nya misalnya Bisa merias pengantin, sehingga lima hari dianggap cukup,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Ia menegaskan seluruh peserta mengikuti pelatihan secara gratis. Bahkan peserta juga mendapatkan seragam, alat tulis kantor (ATK), serta Dana transport selama mengikuti kegiatan.

Indah menjelaskan peserta yang diterima telah melalui tahapan seleksi administrasi, tes tulis, dan wawancara. Prioritas diberikan kepada masyarakat yang belum bekerja, korban PHK, dan Bukan sedang menempuh pendidikan formal.

“Kadang Eksis yang Lagi kuliah atau sudah bekerja, jadi Bukan Bisa diterima. Selain itu juga disesuaikan dengan Potensi dan minat peserta,” katanya.

Ia menambahkan, setelah pelatihan selesai peserta juga akan dibantu dalam penyaluran kerja. Buat kejuruan pengelasan, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja telah bekerja sama dengan enam galangan kapal yang selama ini menyerap alumni pelatihan.

“Kalau menjahit, Eksis alumni BLK yang sudah berkembang bahkan go Dunia. Kadang mereka juga merekrut pekerja dari alumni pelatihan,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja’far menegaskan pelatihan berbasis kompetensi tersebut Bukan boleh berhenti hanya pada proses belajar di kelas, tetapi harus Mempunyai keberlanjutan hingga penempatan kerja peserta.

“Yang kami harapkan setelah pelatihan ini Eksis keberlanjutan. Jadi peserta Bukan hanya selesai pelatihan begitu saja, tapi juga dipantau dan dibantu penyaluran kerjanya,” kata Fauzan.

Menurutnya, tujuh kejuruan yang dibuka merupakan bidang yang memang dibutuhkan dunia kerja Demi ini. Setelah pelatihan nantinya diharapkan Bisa berkelanjutan hingga ke dunia kerja.

“Mudah-mudahan pelatihan yang diikuti oleh para peserta ini juga Bisa apa bermanfaat, Bukan selesai begitu saja,” ucapnya.[sar/aje]