Andra Soni Minta Penduduk Jaga Jalan Desa Beton dari Truk Overkapasitas

Pemerintah Provinsi Banten memprioritaskan pembangunan infrastruktur desa menggunakan material semen pengeras demi ketahanan jangka panjang. Langkah taktis ini diambil guna memastikan interkoneksi antarwilayah dapat berjalan optimal tanpa hambatan kerusakan jalur transportasi.

Gubernur Banten Andra Soni meresmikan sekaligus meninjau langsung hasil akhir proyek jalan desa sepanjang 1,7 kilometer di Desa Manggalah dan Desa Kemuning, Kecamatan Tanjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, pada Senin (22/6/2026). Dalam kunjungan kerja yang dilaporkan oleh Detikcom tersebut, sang kepala daerah didampingi oleh Ketua DPRD Provinsi Banten Fahmi Hakim.

Proyek pengerjaan infrastruktur ini merupakan bagian Konkret dari realisasi program Bangun Jalan Sejahtera (Bang Andra). Pemilihan struktur cor dipilih secara sengaja oleh pemerintah daerah karena Mempunyai tingkat durabilitas yang jauh lebih kokoh dibandingkan dengan aspal Normal.

“Kami membangun jalan ini dengan Pembangunan beton standar provinsi agar Mempunyai umur layanan yang lebih panjang dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang Pelan,” ucap Andra Soni, Gubernur Banten.

Seusai melakukan Pemeriksaan, pemimpin daerah tersebut memberikan imbauan tegas kepada jajaran aparatur desa beserta seluruh elemen masyarakat setempat. Kesadaran Serempak diperlukan Kepada mencegah masuknya armada angkutan barang yang membawa beban Mengungguli tonase jalan.

“Saya juga berpesan kepada pemerintah desa dan masyarakat Kepada menjaga jalan ini dengan Bagus, terutama agar Tak dilalui kendaraan truk dengan muatan berlebih yang dapat mempercepat kerusakan jalan,” kata Andra Soni, Gubernur Banten.

Pihak eksekutif menilai keberadaan akses transportasi yang layak dan memadai Mempunyai Hubungan langsung terhadap peningkatan indeks pembangunan Orang di Area perdesaan. Fasilitas mobilitas yang Lancar akan memotong rantai keterisolasian Penduduk.

“Jalan yang Bagus akan membuka akses menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan perekonomian,” kata Andra Soni, Gubernur Banten.

Dampak Jelek dari rusaknya fasilitas publik sebelum adanya perbaikan cor ini dirasakan langsung oleh komunitas lokal, termasuk sektor pertanian dan kesehatan. Kondisi jalur pemukiman yang hancur kerap kali membahayakan keselamatan Penduduk yang melintas.

“Kalau Eksis yang sakit atau mau melahirkan susah ke puskesmas. Jalannya becek dan licin. Motor memang Dapat lewat, tapi harus hati-hati. Kadang Eksis yang Anjlok,” tutur Iti, Petani Desa Manggalah.

Sebelum adanya modernisasi infrastruktur ini, penduduk terpaksa menghabiskan waktu Pelan dengan berjalan kaki ke pusat pelayanan medis kecamatan akibat kendaraan yang Tak Dapat melintas. Selain itu, keterbatasan akses juga Membikin ongkos angkut komoditas pertanian membengkak karena proses pemindahan hasil bumi yang manual.

“Kalau habis panen biasanya dipikul. Kendaraan susah masuk karena jalannya jelek. Sekarang alhamdulillah jalannya sudah bagus dan lebih nyaman dilalui,” kata Iti, Petani Desa Manggalah.