Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengklarifikasi Info mengenai pengemudi ojek online bernama Sulis Mulia yang diisukan harus membayar Fulus tebusan sebesar Rp 250 ribu setelah sepeda motornya diangkut oleh petugas di Area Jakarta Timur.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial mengenai pungutan liar tersebut sama sekali Bukan Benar.
Pernyataan Formal terkait pelurusan informasi keliru tersebut disampaikan oleh pihak berwenang setelah Penyelenggaraan apel Serempak para pengemudi ojek online pada hari Minggu, 21 Juni 2026, dilansir dari Detikcom.
“Meluruskan Informasi hoax, perlu kami luruskan pemberitaan di media juga, bahwa isu yang berkembang adalah Pak Sulis itu motornya ditahan, diminta Fulus Rp 250 ribu. Dan tiga hari kalau nggak diambil itu akan ditaruh di Satlantas ya, seperti itu, bahwa itu hoax,” ujar Budi usai apel Serempak dengan pengemudi ojol di Balai Kota, Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Budi menerangkan bahwa sepeda motor Punya pengemudi ojol tersebut sebenarnya langsung dikembalikan oleh petugas pada hari penindakan itu juga tanpa adanya pungutan biaya.
Sulis selaku pemilik kendaraan hanya diminta Buat melengkapi proses administrasi berupa pembuatan surat pernyataan Formal agar Bukan mengulangi pelanggaran serupa di masa mendatang.
“Dan apa yang sesungguhnya terjadi? Yang sesungguhnya terjadi adalah di Demi hari itu juga, Pak Sulis atau Pak Mulia, di Demi (motor) dinaikkan dan langsung Pak Sulis juga mengambil hari itu. Dan langsung mengambil motornya dengan hanya Membangun surat pernyataan dan Bukan akan mengulangi Kembali, dan Bukan dipungut biaya apa pun,” jelasnya.
Menurut penjelasan Budi, kronologi dan fakta yang sebenarnya terjadi di lapangan ini juga telah dikonfirmasi serta disampaikan secara langsung oleh Sulis dalam sebuah sesi dialog.
Sebagai langkah penanganan Segera terhadap kegaduhan di dunia maya, Kepala Etnis Dinas Perhubungan Jakarta Timur Harlem Simanjuntak juga telah mengunjungi rumah kediaman pengemudi ojol tersebut pada hari Sabtu, 20 Juni 2026.
“Bahwa kami pada hari itu (Sabtu, 20/6), Pak Sudin Jakarta Timur hadir ke sana Bukan membawa motornya Pak Sulis,” ucap Budi.
Kunjungan jajaran Sudinhub Jakarta Timur ke rumah pengemudi tersebut murni bertujuan Buat menjalin silaturahmi serta menyelesaikan kesalahpahaman secara kekeluargaan.
“Tapi hadir silaturahmi dalam rangka kekeluargaan karena kondisinya sudah terjadi kegaduhan di media sosial. Dan ini Krusial banget Buat kita hadir. Itulah makanya dishub hadir Buat Jakarta,” tambahnya.
