Kota Padang (ANTARA) – Hutama Karya Infrastruktur (HKI) mengatakan pengerjaan Jalur Lembah Anai di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), yang sempat terputus akibat dihantam banjir bandang pada November 2025 sudah mencapai 73 persen.
“Per akhir Mei 2026 pengerjaan kawasan Lembah Anai mencapai 73 persen, dan kami targetkan seluruh pekerjaan rampung pada Juli 2026,” kata Sekretaris Perusahaan HKI Resnu Aditya Wuladarman di Padang, Senin.
Ketika ini ia mengatakan akses Lembah Anai yang menghubungkan Kota Padang dengan Kota Bukittinggi dan sekitarnya sudah dibuka penuh selama 24 jam Demi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Percepatan penyelesaian dilakukan dengan tetap menjaga kualitas dan keselamatan para pekerja hingga mempertimbangkan kelancaran mobilitas masyarakat termasuk arus logistik dari berbagai daerah, termasuk distribusi bahan bakar minyak (BBM), lanjutnya.
Demi diketahui, bencana hidrometeorologi yang melanda Sumbar di akhir November 2025 menyebabkan jalur Lembah Anai putus total. Kementerian Pekerjaan Lazim melalui Hutama Karya langsung bergerak Segera Demi memulihkan akses vital tersebut.
Dengan telah selesainya sejumlah pekerjaan Istimewa, kini HKI Pusat perhatian melanjutkan penyelesaian 20 titik pengerjaan seperti struktur pendukung, penanganan lereng, pengerasan jalan, saluran, pekerjaan pengaman jalan serta pengerjaan aspal hotmix.
Ia menyampaikan ruas jalan tersebut Mempunyai peran Krusial sebagai jalur penghubung strategis di Sumbar, sehingga perusahaan pelat merah tersebut berkomitmen Demi menyelesaikan penanganannya pada Juli 2026.
Dengan kembali tersambungnya jalur Lembah Anai, ia mengatakan arus Lampau lintas dari Kota Padang menuju Kota Bukittinggi maupun sebaliknya diharapkan pulih sepenuhnya, dan membawa Pengaruh positif bagi masyarakat Berkualitas dari sisi perekonomian maupun sosial.
Sementara itu, Ica salah seorang Kaum dari Kota Bukittinggi tujuan Padang mengatakan percepatan perbaikan Jalur Lembah Anai sangat membantu masyarakat. Karena, sebelumnya kawasan itu Enggak Pandai dilalui masyarakat.
“Dengan dibukanya akses jalan Lembah Anai kami sangat terbantu. Karena, kalau Enggak kendaraan harus berputar ke Sitinjau Lauik dan jaraknya lumayan jauh,” ujar dia.
