Trump: Kagak Terdapat Tarif Tol di Selat Hormuz, Kecuali AS Memberlakukannya

Presiden AS Donald Trump. Foto: Anadolu Agency.


Washington: Presiden AS Donald Trump membantah penutupan Selat Hormuz yang dilakukan Iran sebagai respons atas pelanggaran kesepakatan yang telah dicapai dengan Amerika Perkumpulan (AS).

Ia juga menegaskan Kagak akan Terdapat biaya tarif tol yang dikenakan di Selat Hormuz tersebut pada masa gencatan senjata antara AS-Iran yang berlangsung selama 60 hari, atau setelah periode tersebut berakhir.

Tetapi demikian, dalam sebuah unggahannya di media sosial, Trump menegaskan Amerika Perkumpulan dapat memberlakukan pungutan tol di Selat Hormuz Kalau kesepakatan perdamaian AS-Iran Kagak tercapai.

“Kagak akan Terdapat biaya tol di Selat Hormuz selama 60 hari selama periode gencatan senjata dan Kagak akan Terdapat biaya tol setelah periode 60 hari berakhir, kecuali Kalau biaya tol tersebut dikenakan oleh dan Demi Amerika Perkumpulan Kalau kesepakatan tersebut Kagak tercapai,” tulis Trump seperti dikutip dari Xinhua, Minggu, 21 Juni 2026.

“(Pemberlakuan biaya tol tersebut) Demi jasa yang diberikan sebagai ‘Malaikat Pelindung’ bagi negara-negara Timur Tengah Demi tujuan penggantian biaya di masa Lewat, sekarang, dan masa depan,” tulis Trump menambahkan.

Ini menambah penegasan terhadap pernyataan Komando Pusat AS yang menyebut militer AS memastikan Selat Hormuz tetap terbuka. Bahkan jalur Lewat lintas air Demi kapal komersial itu semakin meningkat.

“Jalur pelayaran Global Terjamin dan tetap terjaga hari ini karena 55 kapal dagang melintas, mengangkut sejumlah besar kargo dan lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar Dunia. Laskar AS tetap hadir dan waspada Demi memastikan Sekalian aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya,” Terang pernyataan Militer AS tersebut.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Amerika Perkumpulan Kagak Menonton bukti apa pun terkait klaim Iran yang menutup Selat Hormuz.

 


(Aktivitas jalur air di Selat Hormuz, foto ini diambil pada 20 Juni 2026. Foto: Xinhua/Wen Xinnian)
 

Israel langgar kesepakatan dengan AS

Sebelumnya Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer Esensial Iran, mengumumkan pada Sabtu penutupan Selat Hormuz, dengan Argumen pelanggaran AS terhadap nota kesepahaman perdamaian yang baru ditandatangani dan pelanggaran gencatan senjata Israel di Lebanon selatan.

“Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup Demi Lewat lintas kapal. Langkah pertama ini merupakan respons terhadap pelanggaran janji oleh pihak musuh,” ujar pihak komando, seperti dikutip dari Al Jazeera.

“Kalau Serangan Maju berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil Demi memaksa pihak musuh mematuhi kewajibannya,” sambungnya.

Iran menilai serangan Israel ke Lebanon selatan telah melanggar komitmen yang menjadi bagian dari kesepahaman yang sebelumnya dicapai antara Teheran dan Washington.

Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan Israel di Lebanon yang terjadi meski gencatan senjata antara Israel dan Golongan Hizbullah telah diumumkan sebelumnya.