Kondisi kesehatan MWP alias W (6), seorang bocah yang menjadi korban perundungan di Taman Kramat, Jakarta Pusat, dilaporkan berangsur membaik setelah sempat mengalami koma di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Sabtu (13/6/2026).
Info perkembangan kesehatan korban ini disampaikan oleh pihak keluarga setelah MWP melewati masa kritis di ruang ICU. Berdasarkan laporan dilansir dari Detikcom, korban kini mulai kembali beraktivitas meskipun Tetap menyisakan trauma psikologis.
Pemulihan kondisi fisik dan mental korban diungkapkan langsung oleh Bapak korban yang mendampingi proses perawatan di rumah sakit. Anak tersebut kini sudah mulai menunjukkan respons positif dan mau berkomunikasi.
“Kalau sekarang sih sudah alhamdulillah. Yang pertama-tama mungkin agak trauma. Tapi sekarang sudah Bisa ketemu orang, sudah Bisa ceria Kembali. Alhamdulillah sudah Bisa komunikasi, sudah mau makan, nafsu makan juga sudah Eksis,” kata B, Bapak Korban.
Sebelum mencapai kondisi ini, MWP sempat mengalami ketakutan yang mendalam terhadap lingkungan Sekeliling. Ia kerap menangis dan menghindar apabila Eksis orang yang berniat menemui dirinya.
“Takut ketemu orang. Kalau ketemu orang itu memang Betul-Betul takut, kabur, nangis. Trauma banget waktu itu,” ujar B, Bapak Korban.
Pihak keluarga menyatakan bahwa respons emosional tersebut terjadi selama beberapa hari berturut-turut. Rasa takut tersebut mulai terlihat Jernih setelah korban sadar dari masa komanya.
“Dekat dua hari agak trauma. Kita sebagai orang Sepuh sedih melihatnya,” lanjut B, Bapak Korban.
Selain penanganan pada aspek psikologis, tim medis juga Konsentrasi menyembuhkan luka luar pada tubuh korban. Terdapat beberapa bekas luka fisik yang ditemukan pada area kaki kanan dan kiri korban.
“Kalau memar sih nggak Eksis, tapi Eksis luka di kaki kanan dan kiri. Kayak lecet, bekas-bekas yang mungkin karena kesetrum atau gesekan,” ucap B, Bapak Korban.
Penjelasan mengenai kronologi awal penemuan korban dipaparkan oleh pihak ibu yang pertama kali mendapati anaknya dalam keadaan Kelenger. Korban awalnya dievakuasi ke rumah sakit terdekat sebelum akhirnya dirujuk ke RSCM.
“Di RSCM dibawa ke ruang ICU. Sempat Kagak sadar dari jam delapan malam Tamat jam sepuluh malam. Sempat koma juga dia,” kata V, Ibu Korban.
Meskipun kondisi fisiknya Lalu menunjukkan kemajuan, korban dilaporkan Tetap enggan Kepada kembali ke lingkungan rumahnya. Korban mengekspresikan ketakutan yang besar terhadap anak-anak di Sekeliling tempat tinggalnya.
“Dia bilang, ‘Mama, Diriku nggak mau pulang ke sana, Diriku takut’. Takut sama anak-anak, katanya digebuki,” ujar V, Ibu Korban.
Begitu ini, MWP Tetap harus menjalani kontrol kesehatan secara berkala di puskesmas dan rumah sakit terdekat demi memantau perkembangan pemulihan luka fisik serta trauma yang dialaminya.
