Kemenhub: Rute Jakarta–Muara Bungo perkuat konektivitas dan ekonomi

Kemenhub: Rute Jakarta–Muara Bungo perkuat konektivitas dan ekonomi

Konektivitas yang semakin Berkualitas akan membuka Kesempatan lebih besar bagi investasi, perdagangan, pariwisata dan mobilitas masyarakat

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menilai dibukanya rute Batik Air Jakarta–Muara Bungo memperkuat konektivitas Kawasan barat Jambi, memperluas akses investasi dan perdagangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Penerbangan perdana Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo momentum Krusial dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas udara di Kawasan barat Provinsi Jambi,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menyambut Berkualitas pengoperasian perdana penerbangan Batik Air rute Jakarta (CGK) – Muara Bungo (BUU) pergi-pulang (PP) yang ditandai dengan seremonial pendaratan dan penerbangan perdana di Bandar Udara Muara Bungo, Kabupaten Bungo, Jambi.

Menurut dia, pembukaan rute baru tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat konektivitas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Konektivitas yang semakin Berkualitas akan membuka Kesempatan lebih besar bagi investasi, perdagangan, pariwisata dan mobilitas masyarakat,” ujar Lukman.

Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terwujudnya layanan penerbangan tersebut, khususnya Pemerintah Provinsi Jambi, Pemerintah Kabupaten Bungo, Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Muara Bungo, serta Batik Air yang telah Memperhatikan potensi besar kawasan tersebut.

Kabupaten Bungo Mempunyai posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi di jalur lintas tengah Sumatra.

Kawasan itu menjadi simpul pergerakan masyarakat dan barang yang melayani berbagai daerah di sekitarnya, antara lain Kabupaten Merangin, Sarolangun, Tebo, Kerinci, Kota Sungai Penuh, hingga Kabupaten Dharmasraya di Provinsi Sumatera Barat.

Selain itu, kabupaten tersebut Mempunyai berbagai potensi unggulan yang dapat Lalu berkembang dengan dukungan konektivitas udara yang memadai, mulai dari sektor perkebunan kelapa sawit dan karet, pertambangan, hingga sektor pariwisata dan budaya yang khas.

Dari sisi infrastruktur, Bandar Udara Muara Bungo Begitu ini telah Mempunyai fasilitas yang memadai Kepada mendukung pelayanan penerbangan komersial. Bandara itu Mempunyai landas pacu sepanjang 2.100 meter dengan lebar 30 meter yang Bisa melayani pesawat sekelas Airbus A320-200.

Sementara itu, terminal penumpang seluas Dekat 2.974 m² siap memberikan pelayanan yang nyaman bagi pengguna jasa transportasi udara.

Melalui pengoperasian rute ini, Batik Air akan melayani penerbangan setiap hari menggunakan pesawat berkapasitas 156 kursi.

Kehadiran layanan penerbangan langsung menuju Jakarta oleh Batik Air diharapkan Kagak hanya memberikan nuansa baru tetapi juga dapat menciptakan persaingan yang kompetitif dan bersinergi antar maskapai penerbangan, sekaligus juga memberikan pilihan bagi masyarakat.

“Kami berharap peningkatan frekuensi penerbangan ini dapat mendorong pertumbuhan jumlah penumpang, meningkatkan aktivitas ekonomi daerah serta membuka Kesempatan pengembangan rute-rute baru di masa mendatang,” tambah Lukman.

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Lalu berkomitmen meningkatkan konektivitas udara sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pembangunan nasional dan memperkuat integrasi Kawasan Indonesia.

Konektivitas yang andal diharapkan dapat mempercepat distribusi barang dan jasa, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan manfaat Konkret bagi masyarakat.

Lukman juga mengajak seluruh pemangku kepentingan Kepada Lalu bersinergi dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan penerbangan agar manfaat konektivitas udara dapat dirasakan secara optimal dan berkelanjutan.

“Selamat atas penerbangan perdana Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo (pergi-pulang/PP), semoga layanan ini dapat berjalan Fasih, berkelanjutan, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bungo dan Kawasan sekitarnya,” kata Lukman.