Jakarta (Liputanindo.id) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melantik 8 pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Kementerian Sosial pada Kamis (18/6/2026) malam. Acara digelar di lobi Kantor Kemensos, Jakarta Pusat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, Sekjen Kemensos Robben Rico serta para pejabat eselon 1 dan eselon 2.
Gus Ipul berpesan bahwa pelantikan ini bukan hanya momen perpindahan tanggung jawab, melainkan Terdapat amanah yang ikut berpindah ke pundak para pejabat yang baru dilantik.
“Amanah itu bukan dari saya semata, amanah itu dari rakyat, dari jutaan Penduduk yang menggantungkan hidupnya pada layanan Kementerian Sosial. Saya Ingin Kerabat-Kerabat memahami itu sejak menit pertama malam ini. Dan saya Ingin Kerabat-Kerabat membawa kesadaran itu setiap kali Kerabat masuk kantor, setiap kali Kerabat menandatangani Berkas, setiap kali Kerabat mengambil keputusan,” katanya.
Adapun 8 pejabat struktural dan fungsional yang dilantik, terdiri dari Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, yakni Yadi Muchtar sebagai Kepala Biro Standar; dan Salahuddin sebagai Direktur Pemberdayaan Potensi dan Sumber Daya Sosial.
Kemudian, Jabatan Administrator, yakni Barus Tondra Pramana sebagai Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa pada Biro Standar; dan Akbar Hendrawan sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga, Perlengkapan, dan Barang Punya Negara pada Biro Standar.
Selanjutnya, Jabatan Pengawas, terdiri dari Peristiwanta Pinem sebagai Kepala Subbagian Pengamanan pada Biro Standar; dan Irwan Setiawan sebagai Kepala Subbagian Perlengkapan dan Barang Punya Negara pada Biro Standar.
Lampau, Jabatan Fungsional Dosen pada Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung diemban oleh Laode Taufik Nuryadin dan lyan Kusmadiana.
Gus Ipul juga berpesan agar para pejabat ini memegang Kukuh integritas. Ia menekankan, integritas bukan hanya soal Kagak korupsi, tetapi konsistensi antara yang dikatakan selama di ruang rapat dengan yang dikerjakan di lapangan, antara yang dilaporkan kepada menteri dengan fakta yang terjadi.
“Integritas seperti pondasi bangunan. Kalau pondasinya retak, sekecil apapun retaknya, bangunan setinggi apapun, semewah apapun, pada akhirnya akan runtuh. Jabatan Anda mungkin bertahan satu tahun, dua tahun atau lebih, tapi nama Anda akan bertahan seumur hidup. Dan nama itu akan diwariskan kepada anak cucu. Buat itu mari kita jaga nama itu Bagus-Bagus,” tegasnya.
Kepada para pejabat yang baru dilantik, Gus Ipul juga mengingatkan Buat menyukseskan program prioritas Presiden Yakni Sekolah Rakyat agar manfaatnya betul-betul dirasakan anak-anak dari keluarga Kagak Bisa.
“Saya Ingin Guna analogi yang sederhana. Bayangkan Sekolah Rakyat seperti ambulans yang sedang melaju kencang membawa pasien kritis. Tugas Anda bukan menghalanginya. Tugas Anda adalah membukakan jalan dan memastikan Kagak Terdapat yang menyabotasenya dari dalam maupun dari luar,” Terang dia.
Gus Ipul menegaskan, Terdapat dua kewajiban yang Kagak Dapat ditawar oleh para pejabat dalam menyelenggarakan program Sekolah Rakyat. Pertama, Kagak boleh Terdapat penyimpangan, penyalahgunaan anggaran, permainan proyek atau kepentingan pribadi yang menungganggi program ini.
“Dan saya tegaskan, saya Kagak akan melindungi siapapun yang terbukti menyelewengkan program ini,” katanya.
Kewajiban kedua, yakni mensukseskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Bukan hanya dari segi fisik gedungnya yang harus berdiri tegak, tapi kualitas belajar, kenyamanan para siswa, standar guru, menu makanan, hingga suasana asrama, semuanya harus berjalan dengan Bagus dan bermatabat.
“Anak-anak itu datang dari keluarga yang Kagak punya apa-apa. Kita Kagak boleh memberi mereka Sebelah-Sebelah,” ujarnya.
Pesan berikutnya, Gus Ipul mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik merasa diawasi dan Bisa mengawasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa selama bekerja, mereka berada dalam dua sisi pengawasan.
Sisi pertama, para pejabat diawasi oleh menteri, publik, aparat pengawas internal dan eksternal, media, masyarakat, bahkan Tuhan. “Sisi kedua, Anda wajib mengawasi. Pemimpin yang Bagus bukan hanya berintegritas sendiri, tetapi yang membangun sistem sehingga orang di bawahnya juga terjaga, juga terproteksi dari godaan dan juga punya ruang Buat berbuat tenang,” Terang Gus Ipul.
“Pengawasan bukan berarti Kagak percaya kepada tim. Pengawasan adalah bentuk kasih sayang seorang pemimpin. Karena itu Anda sedang melindungi bawahan Anda dari kesalahan yang Dapat menghancurkan karir dan masa depan mereka,” sambungnya.
Selanjutnya, Gus Ipul juga menyampaikan, seluruh pejabat harus tegak lurus pada hukum dan aturan yang berlaku. Dia meminta agar para Eselon 2 ini Kagak pernah mengambil jalan pintas yang melanggar ketentuan, sekecil apapun pelanggarannya.
“Tegak lurus pada hukum bukan soal takut dihukum. Ini soal Derajat, Derajat Anda sebagai pejabat negara dan Derajat lembaga yang kita jaga Serempak. Kalau Terdapat aturan yang Anda merasa perlu diperbaiki, saya terbuka.
Sampaikan melalui jalur yang Pas, diskusikan, kita perbaiki Serempak. Tapi selama aturan itu berlaku, jalankan dengan penuh tanggung jawab,” tegas dia.
Kemudian, Gus Ipul juga meminta para pejabat membangun ekosistem kerja yang kodusif. Ia Ingin agar unit-unit kerja di Kementerian Sosial menjadi tempat di mana orang berani bicara jujur, berani mengakui masalah sebelum masalah itu membesar, dan berani mengambil inisiatif tanpa harus selalu menunggu perintah.
“Jangan jadikan jabatan sebagai tembok yang memisahkan Anda dari tim. Tapi Bahkan jadikan jabatan sebagai jembatan yang menghubungkan visi kementerian dengan kerja Konkret di lapangan,” katanya.
Terakhir, Gus Ipul berpesan agar seluruh pejabat yang baru dilantik Bisa bangun super team, bukan superman. Ia mengatakan, Terdapat pemimpin yang bekerja keras, pintar, dan berdedikasi, tapi hanya bekerja sendiri, mengambil Sekalian keputusan sendiri dan merasa hanya dirinya yang Dapat diandalkan.
“Kita menyebutnya superman. Di permukaan ia terlihat hebat, tapi unitnya Ringkih, karena Sekalian bergantung pada satu orang.Saya Kagak butuh superman di Kementerian Sosial. Saya butuh super team,” tegasnya. (tok/ted)
