Ringkasan Informasi
- Wali Kota Kediri membuka Bimtek Pokmas Program MERATA 2026.
- Program MERATA mendorong masyarakat menjadi pelaku Penting pembangunan.
- Transparansi dan akuntabilitas menjadi Pusat perhatian Penting Penyelenggaraan program.
- Mbak Wali menyampaikan lima arahan Krusial kepada Pokmas.
Kediri (Liputanindo.id) – Program MERATA Kota Kediri diarahkan menjadi instrumen pembangunan yang berbasis kebutuhan masyarakat dan dilaksanakan secara partisipatif. Hal itu ditegaskan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati Demi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Golongan Masyarakat (Pokmas) Pelaksana Program Pembangunan Daerah Berbasis Kelurahan atau Program MERATA di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri, Selasa (2/6/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Vinanda menekankan pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta tanggung jawab dalam pengelolaan anggaran pembangunan yang dilakukan melalui mekanisme swakelola masyarakat.
Program MERATA Dorong Partisipasi Penduduk dalam Pembangunan
Bimtek diikuti oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan beserta tiga pelaksana swakelola dari masing-masing Kawasan. Selain peserta yang hadir langsung, kegiatan juga diikuti secara daring oleh camat, lurah, dan pengurus Pokmas di seluruh Kota Kediri.
Wali Kota yang akrab disapa Mbak Wali itu menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Bukan hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang tersedia, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan.
“Keberhasilan pembangunan ini bukan hanya ditentukan dari ketersediaan anggaran. Melainkan juga ditentukan oleh partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan. Oleh karena itu program MERATA ini berupaya Buat mendorong partisipasi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat Bukan boleh hanya menjadi penerima manfaat pembangunan. Sebaliknya, Penduduk harus dilibatkan sebagai pelaku Penting agar pembangunan Betul-Betul sesuai kebutuhan di lapangan.
Pembangunan Harus Berdampak Konkret bagi Masyarakat
Vinanda menjelaskan Program MERATA Bukan semata-mata berorientasi pada pembangunan fisik. Program ini dirancang agar setiap kegiatan yang dilaksanakan memberikan manfaat Konkret bagi masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa pembangunan yang hanya mengejar aspek estetika tanpa mempertimbangkan kebermanfaatan akan menjadi sia-sia.
“Kita niatkan program MERATA ini sebagai bentuk komitmen dalam menghadirkan pembangunan yang betul-betul lahir dari kebutuhan masyarakat. Kemudian dilaksanakan masyarakat dan manfaatnya Konkret dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Program MERATA juga dirancang Buat memastikan pemerataan pembangunan di seluruh Kawasan Kota Kediri. Dengan pendekatan berbasis kelurahan, setiap Kawasan dapat mengembangkan potensi lokal sesuai kebutuhan dan Ciri masing-masing.
Pokmas Diminta Kelola Anggaran Secara Bertanggung Jawab
Dalam pelaksanaannya, Program MERATA menggunakan mekanisme swakelola yang melibatkan Golongan masyarakat secara langsung.
Menurut Vinanda, kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada Pokmas bukan sekadar bentuk pelibatan masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan dan partisipasi Penduduk dalam pembangunan daerah.
Karena itu, setiap pelaksana program harus memahami bahwa Anggaran yang dikelola merupakan Doku negara yang wajib dipertanggungjawabkan secara Betul.
“Saya tegaskan kepercayaan ini harus diikuti dengan tanggung jawab yang besar. Artinya Bapak Ibu selaku pokmas akan mengelola seluruh kegiatan pembangunan yang berasal dari Doku negara yang mana setiap rupiah dipertanggungjawabkan secara Betul, transparan dan akuntabel. Bimtek hari ini menjadi bekal Bapak Ibu dalam menjalankan pembangunan agar di kemudian hari Bukan timbul masalah hukum,” tegasnya.
Lima Arahan Krusial Penyelenggaraan Program MERATA
Pada kesempatan tersebut, Mbak Wali memberikan lima arahan Penting kepada seluruh Pokmas yang akan menjalankan Program MERATA.
Pertama, seluruh pelaksana diminta bekerja sesuai aturan dan Panduan teknis yang berlaku, bukan berdasarkan kebiasaan yang selama ini dilakukan.
Kedua, menjaga integritas sejak tahap perencanaan dengan menghindari manipulasi spesifikasi pekerjaan maupun laporan administrasi.
Ketiga, memperkuat fungsi pengawasan agar seluruh pekerjaan berjalan sesuai rencana dan kendala yang muncul dapat segera ditangani.
Keempat, mengedepankan transparansi dan keterbukaan kepada masyarakat dalam setiap proses Penyelenggaraan kegiatan.
Kelima, menjaga nama Bagus institusi dengan melaksanakan pembangunan secara profesional, bertanggung jawab, dan sesuai ketentuan hukum.
Wujudkan Pembangunan yang Adil dan Merata
Melalui Program MERATA, Pemerintah Kota Kediri berharap pembangunan Bukan hanya terpusat pada Kawasan tertentu, tetapi Bisa menjangkau seluruh kelurahan secara adil dan merata.
Partisipasi masyarakat, pengelolaan anggaran yang transparan, serta pengawasan yang kuat menjadi kunci agar program tersebut Bisa menghadirkan solusi atas berbagai kebutuhan pembangunan di tingkat kelurahan.
Kegiatan pembukaan Bimtek turut dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha, Pj Sekretaris Daerah Endang Kartika Sari, kepala organisasi perangkat daerah terkait, serta tamu undangan lainnya. [nm/but]
