Menkeu Purbaya siap tingkatkan koordinasi KSSK stabilkan kurs rupiah

Menkeu Purbaya siap tingkatkan koordinasi KSSK stabilkan kurs rupiah

Kami lakukan rapat berkala secara normal saja. Tapi, kalau kami Memperhatikan Terdapat koordinasi yang Bisa ditingkatkan sehingga memperbaiki nilai Salin, kami akan lakukan

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa siap meningkatkan koordinasi Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Buat menstabilkan kembali kurs atau nilai Salin rupiah.

Tetapi, sejauh ini, ia Tetap menghormati langkah intervensi Bank Indonesia sebagai otoritas Penting yang bertanggung jawab terhadap nilai Salin.

“Itu kan yurisdiksi bank sentral Buat menjaga nilai Salin. Itu biar mereka jalan dulu. Kami lakukan rapat berkala secara normal saja. Tapi, kalau kami Memperhatikan Terdapat koordinasi yang Bisa ditingkatkan sehingga memperbaiki nilai Salin, kami akan lakukan,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu.

Nilai Salin rupiah ditutup melemah 127,5 poin atau 0,71 persen menjadi Rp17.966 per dolar AS pada perdagangan Rabu sore.

Menurut Purbaya, pelemahan nilai Salin rupiah lebih banyak dipengaruhi oleh sentimen pasar, alih-alih kinerja perekonomian nasional.

Purbaya menilai banyak isu dan spekulasi negatif yang beredar di kalangan pelaku pasar, termasuk Berita bahwa dia meminta perbankan melakukan simulasi atau stress test terhadap nilai Salin rupiah bila melampaui level Rp18.000 per dolar AS.

“Kalau kita lihat, kan tiba-tiba saja pelemahannya satu-dua hari ini, karena Terdapat isu Ragam-Ragam di pasar. Terdapat yang bilang saya Perintah perbankan melakukan stress test kalau Rp18.000 lebih, padahal saya pernah isu seperti itu. Jadi, banyak isu di pasar yang Membangun sentimen ke rupiah negatif,” Jernih Menkeu.

Dia menyatakan bakal berfokus pada tugas utamanya menjaga Mendasar perekonomian nasional melalui berbagai langkah intervensi kebijakan yang Bisa mendorong pertumbuhan.

Bendahara Negara itu meyakini Mendasar ekonomi yang kuat merupakan modal Krusial Buat menjaga stabilitas nilai Salin dalam jangka panjang.

“Supaya ekonominya berjalan Lalu semakin Segera, semakin Segera, semakin Segera. Karena pada akhirnya kita percaya rupiah akan ditentukan oleh fondasi ekonominya. Buat saya fokusnya di situ,” tutur Purbaya.

Di sisi lain, Bank Indonesia memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah, dalam menghadapi pelemahan nilai Salin rupiah.

Sebagai bagian dari langkah menjaga stabilitas nilai Salin, BI mulai 2 Juni 2026 juga telah memberlakukan ketentuan threshold Kontan beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi 25.000 dolar AS per pelaku per bulan.

Selain itu, BI Lalu mendorong penggunaan mata Fulus lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema local currency transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai Salin.