Gas Metana Bocor Picu Kebakaran Misterius Puluhan Kali di Sleman

Kebakaran misterius melanda sebuah rumah yang juga berfungsi sebagai tempat pemotongan ayam di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Peristiwa aneh yang dipicu oleh kebocoran gas metana dari saluran septic tank ini telah terjadi puluhan kali dalam kurun waktu Nyaris sepekan terakhir, seperti dilansir dari Detikcom.

Pemilik rumah, Mutfiana, menjelaskan bahwa teror api tersebut Lagi Lanjut membayangi kediamannya hingga Rabu (26/5) malam. Secara total, munculnya titik api secara tiba-tiba di berbagai benda yang mudah terbakar itu sudah terjadi sebanyak 39 kali sejak pertama kali muncul pada Sabtu (23/5).

“Lagi Terdapat kebakaran, lokasinya juga pindah-pindah. Terakhir semalam Sekeliling pukul 22.55 WIB, itu membakar handuk,” kata Mutfiana.

Sebagian besar api membakar perabotan rumah tangga, Pakaian, hingga alas tikar yang berada di puluhan titik berbeda. Pemilik rumah merasakan keanehan karena pola kebakaran yang terjadi hanya menghanguskan bagian atas barang-barang tersebut tanpa menyentuh bagian bawahnya.

“Total sudah 39 kali di 34 titik berbeda yang terbakar. Furniture, Pakaian, tikar, barang-barang yang mudah terbakar. Tapi ya aneh, atasnya kebakar masa Rendah Kagak terbakar,” Terang Mutfiana.

Pihak kepolisian yang menerima laporan langsung menerjunkan Tim Gegana Demi melakukan pemeriksaan di Letak. Petugas menyimpulkan adanya kebocoran saluran pembuangan kotoran yang melepaskan gas metana ke permukaan tanah sehingga memicu kobaran api spontan.

Mutfiana langsung melakukan perbaikan saluran pembuangan sesuai instruksi petugas, Tetapi titik api baru tetap muncul. Pakaian dan barang-barang di dalam rumah pun sudah mulai dipindahkan ke tempat yang lebih Kondusif demi mengantisipasi Akibat kebakaran yang lebih luas.

“Yang dianjurkan dari Gegana sudah kami lakukan. Lanjut baju-baju memang sudah diungsikan sebenarnya, tapi ya Terdapat aja yang kebakaran gitu,” ucap Mutfiana.

Berdasarkan konsultasi lanjutan Serempak pihak berwenang, Tim Gegana mengonfirmasi bahwa sisa gas metana yang terjebak di Rendah tanah Lagi belum sepenuhnya menguap. Proses hilangnya sisa gas yang bocor tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga beberapa minggu atau bulan.

“(Dari Gegana bilang) Sekadar menghabiskan sisa-sisa gas, dari Rendah tanah. Hilangnya metana Bisa dalam mingguan atau bulanan,” ucap Mutfiana.

Guna menjaga keselamatan jiwa, seluruh Personil keluarga kini memilih Demi mengungsi ke tempat tinggal kerabat yang berada di sebelah rumah mereka pada malam hari. Pemilik rumah Serempak suaminya tetap melakukan penjagaan ketat secara bergantian di area Sekeliling bangunan agar kebakaran susulan Bisa segera ditangani sebelum menjalar ke seluruh bangunan.

“Sementara ngungsi ke rumah sebelah, nggak berani jauh-jauh. Tapi tetap kita di samping rumah tetap jaga Lanjut. Karena kalau telat sekian menit kalau nggak konangan (ketahuan), istilahnya, nanti Segala kena,” ucap Mutfiana.