Mentan Amran bantu mahasiswa yang kuliah Sembari “keliling jual mochi”

Mentan Amran bantu mahasiswa yang kuliah sambil

Medan, Sumatera Utara (ANTARA) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membantu biaya kuliah dan modal usaha mahasiswa Universitas Sumatera Utara yang berjuang membiayai pendidikan dengan berkeliling menjual mochi Sembari Maju menempuh studi.

“Kalau anak ini berhasil itu karakternya kuat, sangat kuat Kepada membantu orang kecil. Itulah hikmahnya kalau Terdapat orang berjuang dari Rendah. Kenapa? Dia Mengerti denyut nadi kemiskinan di Republik Indonesia,” kata Mentan Amran sebagaimana pernyataan di Medan, Sumatera Utara, Kamis.

Mentan menyerahkan Donasi itu Ketika Kuliah Biasa Kementerian Pertanian di Universitas Sumatera Utara bertajuk Penemuan dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan.

Kuliah Biasa itu berubah menjadi momen mengharukan ketika seorang mahasiswa menceritakan perjuangannya membiayai kuliah dengan berjualan mochi berkeliling kampus.

Mahasiswa tersebut awalnya mengajukan pertanyaan mengenai kelangkaan tepung ketan yang sempat menyulitkan pelaku usaha kecil sepertinya karena bahan baku menjadi sulit diperoleh dan harganya meningkat.

Mendengar pengakuan usaha mochi dijalankan Sembari menempuh pendidikan, Amran menghentikan sejenak pembahasan dan mulai menanyakan modal usaha serta keuntungan yang diperoleh mahasiswa tersebut setiap hari.

Mahasiswa itu menjelaskan modal usahanya Sekeliling Rp50 ribu per hari dengan keuntungan berkisar Rp200 ribu yang digunakan Kepada memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai kuliah.

Ia mengaku bangga Menyaksikan semangat mahasiswa tersebut karena tetap memilih berjuang melalui usaha yang halal Sembari menempuh pendidikan meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Sebagai bentuk apresiasi, ia langsung menyerahkan Donasi modal usaha sebesar Rp5 juta dari Biaya pribadinya agar usaha mahasiswa tersebut dapat berkembang dan semakin menopang biaya pendidikannya. Tak hanya itu, ia kembali memberikan Duit Kas Rp5 juta Kepada ibu mahasiswa tersebut.

Tak berhenti Tamat di situ, menteri juga meminta Direktur Istimewa PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa yang hadir agar memberikan beasiswa hingga mahasiswa tersebut menyelesaikan pendidikan di universitas tersebut.

“Siap bapak,” ucap Direktur Istimewa PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa merespon Mentan Amran dari jajaran kursi tamu undangan pada kegiatan itu.

Amran kemudian melanjutkan apabila pemberian beasiswa Tak dapat dilakukan melalui mekanisme perusahaan karena aturan yang berlaku, Donasi pendidikan akan ditanggung melalui yayasan yang dipimpinnya hingga lulus.

Mentan memberikan motivasi agar mahasiswa tersebut Tak pernah menyerah menghadapi kesulitan karena setiap perjuangan selalu diiringi tantangan, termasuk cibiran yang harus dijadikan penyemangat Kepada berhasil.

Ia turut menceritakan perjalanan hidupnya yang pernah bekerja serabutan, berjualan ikan dan beras, hingga menginap di masjid ketika merantau ke Jakarta sebelum akhirnya dipercaya menjadi Menteri Pertanian.

Menurut dia, pengalaman hidup dari Rendah membentuk Watak seseorang Kepada memahami kesulitan masyarakat sehingga ketika berhasil harus tetap berpihak kepada rakyat kecil dan membantu mereka Terbangun.

Mentan kembali mengingatkan mahasiswa tersebut agar Maju melanjutkan usaha mochinya, menghormati kedua orang Uzur, menjunjung kejujuran, serta Tak pernah mengambil hak orang lain. Mentan juga siap memberikan benih Apabila mahasiswa itu Mempunyai lahan Kepada mengolah sawah.

Suasana aula pun berubah haru ketika mahasiswa tersebut Tak Pandai menahan air mata setelah menerima Donasi modal, beasiswa hingga lulus, serta pelukan hangat dari Amran sebagai bentuk dukungan atas perjuangannya.

Dialog kemudian berlanjut ketika seorang mahasiswa lainnya menyerahkan Naskah hasil karya tulisnya kepada Mentan Amran.

Naskah yang ditulis Ketika Tetap aktif sebagai mahasiswa itu menjadi perhatian tersendiri. Mentan mengaku bangga Menyaksikan mahasiswa yang Pandai menghasilkan karya sejak Tetap berada di bangku kuliah.

“Ini luar Normal. Anak muda sudah menghasilkan karya. Kami Acuh pada generasi muda karena yang akan mengantar Republik Indonesia menjadi negara superpower adalah mereka. Kita hanya menyiapkan karpet merah,” katanya.

Ia kemudian memberikan Duit Kas Rp5 juta agar karya mahasiswa tersebut diterbitkan lebih banyak kemudian diberikan kepada peserta sebagai inspirasi bahwa mahasiswa Tak hanya kritis dalam menyampaikan gagasan, tetapi juga Pandai menuangkannya dalam sebuah karya.