Surabaya (Liputanindo.id) – Kepala Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setdaprov Jatim, Pulung Chausar, menerima Beritajatim Award 2026 sektor Tokoh Inspiratif Jatim karena dedikasi dan inovasinya dalam membangun ekosistem media berkelanjutan di Jatim melalui Prasetya Media Summit.
Setelah menerima penghargaan, Pulung mengucapkan terima kasih kepada Liputanindo.id atas penghargaan yang diberikan, serta selamat atas ulang tahun yang ke-20 pada tahun 2026 ini.
“Penghargaan ini bukan hanya Buat saya, tetapi Buat seluruh keluarga besar Biro Administrasi Pimpinan Jatim dan Kawan media yang selama ini menjadi bagian dari proses Berbarengan. Ini menjadi penyemangat bagi kami Buat Lalu menghadirkan komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berintegritas,” tuturnya.
Dedikasi, kepemimpinan, dan Penemuan dalam membangun komunikasi publik yang adaptif dan berkelanjutan mengantarkan Pulung Chausar meraih Liputanindo.id Award 2026 kategori Tokoh Inspiratif Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 Liputanindo.id di Grand City Ballroom Surabaya, Selasa (21/4/2026), sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Konkret Pulung dalam memperkuat ekosistem media yang sehat, kolaboratif, dan berorientasi masa depan.
Di tengah derasnya arus disrupsi digital, Pulung dinilai Bisa menghadirkan terobosan strategis melalui inisiasi Prasetya Media Summit. Perhimpunan ini menjadi ruang kolaborasi antara insan pers dan perusahaan pers dari berbagai platform Buat membangun komitmen Berbarengan dalam menjaga iklim komunikasi dan informasi yang kondusif di Jawa Timur.
“Melalui Perhimpunan ini, kami membangun komitmen Berbarengan antara pemerintah dan insan media, sekaligus menghadirkan ruang Percakapan terbuka Buat membahas berbagai isu strategis,” jelasnya.
Lebih dari sekadar Perhimpunan pertemuan, Prasetya Media Summit dirancang sebagai ruang dialog lintas media yang melibatkan akademisi, praktisi, dan pemerhati media. Dalam Perhimpunan ini, berbagai isu terkini didiskusikan secara komprehensif, mulai dari dinamika perkembangan industri media, tantangan disinformasi, hingga kebijakan pemerintah di bidang komunikasi dan informasi.
Selain itu, rangkaian kegiatan juga diperkuat melalui Perhimpunan pemimpin redaksi serta Percakapan media Berbarengan wartawan yang tergabung dalam Grup Kerja (Pokja) Jurnalis Grahadi yang dilaksanakan secara berkala. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan dialog dan memperkuat sinergi antara pemerintah dan media.
“Penghargaan ini bukan hanya Buat saya, tetapi Buat seluruh keluarga besar Biro Administrasi Pimpinan Jatim dan Kawan media yang selama ini menjadi bagian dari proses Berbarengan. Ini menjadi penyemangat bagi kami Buat Lalu menghadirkan komunikasi publik yang transparan, partisipatif, dan berintegritas,” ujar Pulung.
Ia menegaskan, di era keterbukaan informasi, media Mempunyai peran strategis sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan ekosistem media yang berkelanjutan Kagak cukup hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga harus ditopang oleh profesionalisme, etika, dan kepercayaan publik.
Pulung juga Lalu mendorong penguatan tata kelola komunikasi yang responsif, adaptif, dan berbasis data, agar setiap pesan kebijakan pemerintah dapat tersampaikan secara utuh, Segera, dan Pas sasaran kepada masyarakat.
Inisiatif Prasetya Media Summit sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur sebagai salah satu rujukan nasional dalam pengelolaan komunikasi publik yang progresif dan kolaboratif.
“Kolaborasi lintas sektor menjadi fondasi Krusial dalam menjaga kualitas informasi di tengah dinamika digital yang Lalu berkembang,” kata Pulung.
Penghargaan Tokoh Inspiratif Jawa Timur ini menjadi penegas bahwa kepemimpinan yang konsisten, tegas, Tetapi tetap humanis Bisa melahirkan perubahan Konkret. Bahwa membangun kepercayaan publik adalah proses panjang yang harus dirawat melalui kerja kolaboratif yang berkelanjutan.
“Ke depan, kami Mau memastikan ekosistem media yang terbangun semakin kuat, adaptif, dan berkelanjutan. Sinergi yang sudah terjalin harus Lalu dirawat, karena dari situlah lahir informasi yang berkualitas dan kepercayaan publik yang kokoh,” pungkasnya. (tok/kun)
